Menhan Sebut Revisi UU Beri Landasan Hukum yang Jelas Terhadap Peran TNI

Selasa, 11/03/2025 15:25 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Perubahan undang-undang TNI yang diajukan oleh pihak DPR RI diperlukan untuk memberikan landasan hukum yang lebih jelas terhadap peran TNI.

Hal itu sebagaimana diutarakan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (11/3).

"Ada tugas lain selain perang tanpa melanggar prinsip demokrasi dan supremasi sipil," katanya.

Dia juga menyebutkan, beberapa sasaran dalam perubahan undang-undang TNI. Pertama, memperkuat kebijakan modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) dan industri pertahanan di dalam negeri.

Kedua, memperjelas batasan dan mekanisme pelibatan TNI dalam tugas nonmiliter. Ketiga, meningkatkan kesejahteraan prajurit serta jaminan sosial bagi prajurit.

"Keempat, menyesuaikan ketentuan terkait kepemimpinan jenjang karir dan usia pensiun sesuai dengan kebutuhan organisasi," ujarnya.

Sebelumnya, Rapat Paripurna DPR RI menyetujui Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI) masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2025.

Pembahasan RUU TNI diusulkan untuk masuk Prolegnas Prioritas 2025 didasarkan atas Surat Presiden RI Nomor R12/Pres/02/2025 tertanggal 13 Februari 2025. Dengan begitu, RUU tersebut pun menjadi usul inisiatif dari pemerintah.

 

 

 

 

TERKINI
Juara Piala AFF dari Masa ke Masa, Indonesia Berapa Kali? Sering Dianggap Sama, Ini Perbedaan Makna Ar-Rahman dan Ar-Rahim Prediksi Starting XI Timnas Indonesia vs Kamboja Ternyata Ini Penyebab Kenapa Menguap Bisa Menular ke Orang Lain