Mahasiswa UKI Tewas di Kampus, Polisi Diminta Profesional

Senin, 10/03/2025 11:16 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Polres Metro Jakarta Timur diminta harus terbuka dan bekerja secara profesional dalam kasus yang menewaskan Kenzaha Walewangko, 22 seorang mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) Fakultas Fisipol.

“Polisi harus terbuka dan profesional dalam kasus ini. Apalagi ini sampai ada yang meninggal ,” tegas Pengamat Kepolisian Indonesia Civilian Police Watch (IPCW), Bambang Suranto, Senin 10 Maret 2025 saat dihubungi.

Bambang mengatakan pihak kepolisian harus melakukan penyelidikan terbuka terlebih adanya korban hingga meninggal. Dalam kasus ini pihak kepolisian harus bergerak bukan karena ada laporan baru bergerak namun jika memang tahu ada kasus kriminal terlebih ini sampe ada yang tewas mereka harus turun kelapangan.

“Ini kasus sampe ada mahasiwa yang meninggal, polisi itu bergerak tanpa harus adanya laporan baru turun ke lapangan. Kalau mereka tahu ada yang meninggal tanpa laporan mereka sudah harus turun,” ungkapnya.

Bambang juga mengatakan dalam hal ini polisi harus bisa mengungkap dibalik kematian mahasiswa yang infonya tewas karena dikeroyok oleh sejumlah mahasiwa lainnya. Masyrakat dan awak media juga diminta harus mengawal kasus ini sampe adanya tersangka.

“Kasus ini harus di kawal baik dari masyarakat dan awak media. Harus diikuti proses pengungkapan kasus yang menewaskan satu mahasiswa UKI jurusan Fisipol,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kenzaha Walewangko, 22 seorang mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) Fakultas Fisipol tewas akibat dikeroyok oleh sejumlah mahasiswa fakultas lain di lahan parkiran motor UKI, Cawang Jakart Timur, Selasa 4 Maret 2025 pukul 20.00 WIB.

TERKINI
Ilmuwan Kini Bisa "Mengedit" Sirkuit Otak untuk Meningkatkan Daya Ingat Studi: Kesepian Bisa Ganggu Daya Ingat, tapi Tidak Sebabkan Demensia Mendes Puji Jaga Desa, Lindungi Kades dari Oknum Ganggu Pembangunan Desa Australia-Jepang Teken Kesepakatan Kapal Perang Senilai Rp119 Triliun