Senin, 17/02/2025 22:05 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Hingga Kuartal IV Tahun 2024, Bank Indonesia (BI) melaporkan utang luar negeri (ULN) Indonesia capai US$ 424,8 miliar.
Raihan ini lebih rendah dari posisi kuartal III 2024 yang senilai US$ 428,1 miliar. Secara tahunan, ULN Indonesia tumbuh 4% (yoy), melambat dibandingkan 8,3% (yoy) pada kuartal III 2024.
Posisi ULN swasta tercatat sebesar US$ 194,1 miliar pada kuartal IV-2024, lebih rendah dibandingkan dengan posisi kuartal III 2024 sebesar US$ 196,3 miliar.
"Secara tahunan, utang luar negeri swasta mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 2,2% (yoy), lebih dalam dibandingkan 0,6% (yoy) pada triwulan III 2024," kata Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, Senin (17/2/2025).
Niat Puasa Arafah dan Qadha Puasa Ramadan, Bolehkah Digabung?
Duh! Pria di Jember Pura-Pura Salat untuk Mencuri Kotak Amal Masjid
Jemaah Haji Mulai Diberangkatkan ke Arafah, Kemenhaj Imbau Jaga Kesehatan
Perkembangan ULN tersebut bersumber dari lembaga keuangan (financial corporations) dan perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations) yang masing-masing mengalami kontraksi sebesar 2,5% (yoy) dan 2,1% (yoy).
Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar berasal dari sektor industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan dan penggalian, dengan pangsa mencapai 79,5% dari total ULN swasta.
“Utang luar negeri swasta juga tetap didominasi oleh utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 76,7% terhadap total ULN swasta,” pungkas Ramdan.
Keyword : Bank Indonesia Utang Luar Negeri Swasta