Selasa, 21/01/2025 12:31 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Sejarah adalah jendela untuk memahami bagaimana masa lalu membentuk kehidupan kita hari ini. Tanggal 21 Januari mencatat sejumlah peristiwa yang tidak hanya menjadi bagian dari narasi bangsa, tetapi juga memberikan pelajaran berharga. Mulai dari pertempuran sengit, tragedi budaya, hingga inovasi, berikut adalah beberapa kejadian bersejarah yang terjadi pada tanggal ini, yang dirangkum dari berbagai sumber.
1942: Serangan Perdana Jepang di Kalimantan SelatanPada 21 Januari 1942, perairan Alalak di Sungai Barito, Banjarmasin, menjadi saksi awal konflik besar di Kalimantan Selatan. Sebuah pesawat Catalina milik Belanda ditembak jatuh oleh pasukan Jepang, menandai serangan militer pertama Jepang terhadap Hindia Belanda di wilayah ini. Peristiwa ini bukan hanya tentang strategi perang, tetapi juga menjadi awal perubahan geopolitik di kawasan Asia Tenggara.
Candi Borobudur, simbol kejayaan budaya dan spiritual Indonesia, diguncang oleh serangan bom pada 21 Januari 1985. Tindakan ini dilakukan oleh kelompok ekstremis dan meninggalkan luka mendalam, baik secara fisik maupun emosional. Abdulkadir Ali Alhabsyi dan Husein Ali Alhabsyi dinyatakan sebagai pelaku, dengan dalang utama Mohammad Jawad alias Kresna. Meski mengalami kerusakan, Borobudur tetap berdiri megah, menunjukkan daya tahan peradaban melawan tantangan zaman.
2016: Dimulainya Era Kereta Cepat di IndonesiaPada 21 Januari 2016, Presiden Joko Widodo meresmikan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Langkah ini menjadi tonggak sejarah transportasi modern di Indonesia dan Asia Tenggara. Proyek ini bertujuan memangkas waktu perjalanan serta meningkatkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut. Dengan teknologi mutakhir, kereta cepat ini merepresentasikan ambisi Indonesia menuju era baru infrastruktur.
Sejarah Hari Ini 14 April: Indonesia Memulai Perundingan Roem-Royen
Ragam Peristiwa Sejarah 11 April, dari Bank DKI Berdiri-Kelahiran KDM
Apa Itu Hari Lahir Persandian Nasional? Ini Sejarah dan Maknanya
Samarinda, ibu kota Kalimantan Timur, merayakan hari jadinya setiap 21 Januari. Berdiri sejak 1668, nama "Samarinda" berasal dari frasa Melayu "sama rendah," yang mencerminkan semangat egaliter masyarakat setempat. Perayaan ini diresmikan melalui Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 1988, menjadikan Samarinda sebagai simbol harmoni budaya dan pembangunan yang terus berkembang.
Kelahiran1968: Yovie Widianto, maestro musik Indonesia yang menciptakan lagu-lagu legendaris.
1991: Doni Tata Pradita, pembalap motor yang membawa nama Indonesia ke pentas internasional.
1992: Ricky Karanda Suwardi, atlet bulu tangkis andal di sektor ganda putra yang mengharumkan nama bangsa.
2006: Rudini, Menteri Dalam Negeri Indonesia periode 1988-1993. Ia dikenal atas kontribusinya dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan dan efisien.