Kepuasan Publik Terhadap 100 Hari Kinerja Pemerintah Bukti Prabowo Bekerja dengan Baik

Senin, 20/01/2025 15:57 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Hasil survei Litbang Kompas yang menyatakan tingginya tingkat kepuasaan publik terhadap 100 hari kinerja pemerintah menjadi bukti bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah bekerja dengan baik.

Demikian diutarakan Anggota Komisi VI DPR RI Firnando H Ganinduto kepada wartawan, Senin (20/1).

"Saya rasa ini adalah sebuah bukti sekaligus awal yang baik bagi pemerintah dalam menjalankan tugasnya di Republik ini," kata dia.

Tak hanya itu, Legislator dari Fraksi Partai Golkar ini menyebut pemerintah sudah banyak melakukan terobosan untuk merealisasikan Asta Cita yang digagas Presiden Prabowo.

Dia mencontohkan beberapa kebijakan yang direalisasikan pemerintahan sekarang. Mulai dari program Makan Bergizi Gratis yang sudah dimulai sejak Senin, 6 Januari 2025. Lalu, keputusan Indonesia menjadi anggota penuh BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan).

"Semua bisa berdampak untuk kemajuan generasi masa depan agar cerdas menghadapi tantangan persaingan kerja dan BRICS akan menguatkan nilai rupiah akibat dedolarisasi," kata Firnando.

Dalam rilis hasil survei Litbang Kompas itu, disebutkan jika tingkat kepuasaan publik terhadap 100 hari kinerja pemerintahan Prabowo mencapai 80,9 persen.

Pada bidang kesejahteraan sosial, tingkat kepercayaan publik mencapai 83,7 persen. Lalu, di bidang ekonomi sebanyak 74,5 persen dan kepuasan bidang hukum 72,1 persen.

Wakil Rakyat Dapil Jawa Tengah (Jateng) I itu memastikan pihaknya akan terus mengawasi realisasi program Asta Cita Presiden Prabowo. Pengawasan penting dilakukan agar cita-cita memajukan ekonomi dan kesejahteraan rakyat benar-benar terwujud.

"Perihal hasil dari terobosan ini akan menjadi tugas DPR untuk mengawasi agar berhasil untuk kemajuan ekonomi dan kesejahteraan bangsa," kata dia.

Di sisi lain, Firnando mengungkapkan IMF telah memprediski pertumbuhan ekonomi dunia mencapai 3,3 persen pada 2025-2026. Pertumbuhan itu lebih tinggi dari 2024 yang mencapai 3,2 persen.

"Saya yakin Inonesia masuk dalam kategori yang ikut meningkat dengan semangat yang dimiliki Presiden Prabowo," tandasnya.

 

 

 

 

TERKINI
Mengenal Sisi Unik dari Lucid Dream yang Jarang Diketahui Kemendikdasmen Tekankan Sekolah Mesti Jadi Ruang Aman dan Nyaman Lebanon Upayakan Gencatan Senjata Permanen dengan Israel Ilmuwan Temukan Tanaman Terus Naik ke Puncak Himalaya, Ini Penyebabnya