Serangan Drone Ukraina Hantam Fasilitas Nuklir Zaporizhzhia

Selasa, 06/10/2026 15:00 WIB

Moskow, Jurnas.com - Serangan pesawat nirawak Ukraina dilaporkan menghantam dua fasilitas di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia yang dikuasai Rusia di tenggara Ukraina.

Meskipun demikian, otoritas nuklir Rusia menyatakan tidak ada ancaman terhadap keselamatan nuklir akibat insiden tersebut, sebagaimana dikutip dari Reuters pada Selasa (6/10).

Direktur Jenderal perusahaan nuklir negara Rusia (Rosatom), Alexei Likhachev, mengonfirmasi bahwa seorang pengemudi yang sedang mengantarkan makanan untuk karyawan PLTN tewas dalam serangan drone tersebut.

Menurut Likhachev, dua fasilitas yang menjadi sasaran meliputi gedung laboratorium dan instalasi pemrosesan limbah radioaktif. Pihak Ukraina belum memberikan komentar resmi terkait insiden ini.

Meskipun saat ini tidak memproduksi listrik, PLTN Zaporizhzhia yang merupakan fasilitas nuklir terbesar di Eropa dengan enam reaktor, tetap membutuhkan pasokan listrik eksternal secara konstan untuk mendinginkan bahan bakar nuklir. Fasilitas ini dikuasai pasukan Rusia sejak minggu-minggu awal invasi pada Februari 2022.

Pihak manajemen PLTN mengungkapkan bahwa penembakan dalam beberapa pekan terakhir telah merusak peralatan pasokan listrik eksternal, sehingga aliran listrik saat ini terpaksa disokong oleh generator diesel darurat.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) terus menempatkan pengawas di lokasi untuk mengupayakan gencatan senjata guna perbaikan jalur listrik utama.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mengecam keras negara-negara Barat atas absennya tanggapan publik terhadap serangan tersebut. Dia menilai sikap diam Barat secara tidak langsung memfasilitasi serangan baru oleh militer Ukraina.

"Intensifikasi penembakan oleh Kyiv terhadap PLTN Zaporizhzhia dimungkinkan oleh kurangnya respons yang tepat dari negara-negara Barat, yang secara efektif memfasilitasi serangan-serangan baru," kata Zakharova.

Dia menambahkan bahwa sikap tersebut menunjukkan nilai sebenarnya dari pernyataan negara-negara Barat mengenai keselamatan fisik dan nuklir di berbagai forum internasional.

TERKINI
Serangan Siber Guncang Jepang, Data 948.500 Anggota GMO Dicuri PBB Desak Gencatan Senjata di Gaza jelang 7 Oktober BNI Tawarkan SBR015 di wondr by BNI, Ada Cashback hingga Rp15 Juta Puan Respon Gugatan Ijazah Gibran: Kita Hormati Proses yang Sedang Berjalan