Hersan Dinilai Punya Modal Kuat Masuk Bursa KSAL

Selasa, 06/10/2026 09:25 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Nama Laksamana Madya (Laksdya) TNI Hersan mencuat dalam bursa calon Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) menyusul rencana pergantian pucuk pimpinan TNI AL.

Hersan yang saat ini menjabat Inspektur Jenderal (Irjen) TNI dinilai memiliki modal pengalaman yang cukup kuat untuk memimpin matra laut. Pengalaman di bidang operasi, organisasi hingga penugasan strategis menjadi sejumlah faktor yang membuatnya diperhitungkan.

Pengamat Politik Adib Miftahul mengatakan, rekam jejak Hersan menunjukkan pengalaman yang relatif lengkap untuk menduduki posisi strategis di lingkungan TNI AL.

“Dia memahami operasi tempur, tata kelola organisasi, hingga dinamika pengambilan keputusan di tingkat negara,” kata Adib dalam keterangan resminya, Selasa (6/10).

Menurut Dosen FISIP tersebut, pengalaman Hersan semakin menjadi perhatian setelah dirinya menyandang pangkat bintang tiga. Namun, siapa yang nantinya dipercaya menjadi KSAL tetap merupakan kewenangan Presiden.

Adib menilai kebutuhan strategis TNI AL ke depan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan komando. Tantangan keamanan kawasan, modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), serta penguatan diplomasi pertahanan juga membutuhkan figur dengan visi strategis.

“Faktor kebutuhan strategis, dinamika geopolitik, serta agenda modernisasi alutsista akan menjadi pertimbangan utama dalam memilih sosok yang tepat memimpin TNI Angkatan Laut ke depan,” ujarnya.

Hersan merupakan perwira tinggi TNI AL lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) 1994. Sepanjang kariernya, ia pernah mengemban sejumlah jabatan penting, baik yang berkaitan dengan operasi maupun penugasan strategis di lingkungan Mabes TNI.

Ia juga pernah dipercaya menjadi ajudan Presiden Joko Widodo. Berbagai penugasan tersebut dinilai menjadi bagian dari pengalaman yang membentuk kapasitas Hersan dalam memahami persoalan strategis di tingkat nasional.

Pergantian KSAL sendiri berlangsung ketika lingkungan keamanan maritim Indonesia menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Penguatan pertahanan laut, modernisasi alutsista, diplomasi pertahanan, serta perkembangan geopolitik Indo-Pasifik menjadi pekerjaan besar bagi pemimpin TNI AL berikutnya.

“Pemimpin TNI AL ke depan harus memiliki kemampuan militer, kapasitas diplomasi dan visi strategis dalam membaca perubahan lingkungan keamanan kawasan,” kata Adib.

Selain Hersan, sejumlah perwira tinggi bintang tiga juga disebut masuk dalam radar bursa KSAL. Mereka antara lain Wagub Lemhannas Laksdya TNI Erwin Aldedarma, Kepala Bakamla Laksdya TNI Irvansyah, Wakasal Laksdya TNI Edwin, serta Pangkoarmada RI Laksdya TNI Denih Hendrata.

Meski sejumlah nama mulai mengemuka, keputusan akhir mengenai pergantian KSAL tetap berada di tangan Presiden. Karena itu, dinamika bursa masih sangat terbuka hingga adanya keputusan resmi terkait sosok yang akan menggantikan Laksamana TNI Muhammad Ali.

 

 

 

TERKINI
DPR Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi Undang-Undang UU Transmigrasi Akan Diperbarui, Pemerintah Ingin Bangun Pusat Ekonomi Baru Saudi Aktifkan Deterrence Kolektif, Aliansi Mekkah Respons Serangan Houthi DPR Dukung Penolakan Visa Israel Houghton: Imigrasi Penjaga Kedaulatan