Senin, 05/10/2026 13:55 WIB
Toru Aygyr, Jurnas.com - Misteri mengenai kota abad pertengahan yang tenggelam di dasar Danau Issyk-Kul, Kirgizstan, kini mulai terkuak setelah tim ekspedisi arkeologi melakukan penyelaman intensif untuk mengeksplorasi reruntuhan bersejarah tersebut.
Kota kuno seluas hampir lima kilometer persegi tersebut diperkirakan tenggelam sekitar 800 tahun lalu akibat bencana seismik dahsyat, seperti tanah longsor atau pembendungan tektonik akibat gempa bumi.
Pemukiman yang berada di wilayah Toru-Aygyr ini dulunya merupakan salah satu titik krusial di Jalur Sutra, jalur perdagangan kuno yang menghubungkan China dengan wilayah Laut Tengah dari abad ke-2 SM hingga pertengahan abad ke-15.
Direktur ekspedisi dari Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, Maxim Menshikov, menyebut kawasan ini sebagai titik buta dalam sejarah peradaban, padahal berada tepat di pusat Asia Tengah.
Ketua MPR Dukung Peningkatan Hubungan Bilateral Indonesia - Iran di Berbagai Sektor
G7 Siapkan Proyek Tandingan "Jalur Sutra" China
"Ini adalah babak yang sangat penting dalam sejarah umat manusia karena menjadi penghubung antara Timur dan Barat pada Abad Pertengahan. Jalur Sutra bukan sekadar sejarah satu wilayah, melainkan sejarah Eurasia secara keseluruhan," terang Menshikov dikutip dari AFP pada Senin (5/10).
Para peneliti meyakini kota tersebut berada di bawah kendali dinasti Karakhanid, dinasti asal Turkik yang menguasai sebagian besar Asia Tengah dari abad ke-9 hingga awal abad ke-13.
Dalam penyelaman terbaru, tim gabungan ilmuwan Rusia dan Kirgizstan menemukan berbagai artefak penting yang memberikan gambaran langka mengenai kehidupan sehari-hari masyarakat masa lalu.
Di antara barang-barang yang berhasil diangkat dari dasar danau meliputi pecahan tembikar, sisa-sisa tulang hewan, hingga pispot anak tradisional yang dikenal dengan sebutan `tuvaq`.
Selain itu, ditemukan pula peninggalan dua kompleks pemakaman dari masa awal Islamisasi kawasan tersebut serta reruntuhan bangunan publik bersejarah yang diduga berupa masjid, pemandian umum, atau sekolah keagamaan. Bahkan, Menshikov menyamakan penemuan pemukiman bawah air ini dengan situs bersejarah Pompeii di Italia.
"Mereka memiliki peradaban dan kebudayaan yang sangat maju. Namun dalam sekejap, alam menghancurkan semuanya," ujar Menshikov.
Geolog dari Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, Andrei Strelnikov, menduga penyebab utama tenggelamnya peradaban ini di dasar Danau Issyk-Kul ialah bencana seismik purba. Riset yang terus dilakukan para arkeolog diharapkan dapat memperjelas lini masa serta cara hidup masyarakat yang pernah mendiami pusat perdagangan internasional purba tersebut.