Kopilot Flydubai Akui Ingin Ulangi Tragedi 9/11 di Israel

Senin, 05/10/2026 14:40 WIB

Tel Aviv, Jurnas.com - Sebuah rencana serangan teror mirip 9/11 berhasil digagalkan, setelah seorang kopilot maskapai Flydubai menyerang kapten pilot di dalam kokpit dalam penerbangan menuju Tel Aviv, Israel.

Kopilot berpaspor Oman, Hamam al-Hammami, diduga berencana membunuh kapten pilot, meneruskan penerbangan secara normal untuk mengelabui otoritas, lalu secara sengaja menabrakkan pesawat ke Bandara Ben Gurion atau target lain di Israel dan Yordania.

Berdasarkan hasil interogasi yang dilaporkan media Israel, al-Hammami mengaku telah merencanakan aksi ini bahkan sebelum diterima bekerja di flydubai. Dia sengaja memilih maskapai yang berpusat di Dubai tersebut karena melayani rute penerbangan ke Tel Aviv.

"Saya mencari tahu maskapai mana yang terbang ke Tel Aviv. Itulah mengapa saya memilih flydubai. Saya sudah merencanakannya bahkan sebelum diterima," ungkap al-Hammami kepada penyidik, dikutip dari Straits Times pada Senin (5/10).

Selama bekerja, al-Hammami beberapa kali terbang ke Bandara Ben Gurion dan memanfaatkan kunjungan pada Juni lalu untuk mengumpulkan informasi sasaran. Dia sebenarnya berniat mengeksekusi aksinya pada Juli, namun membatalkannya di menit-menit terakhir karena salah satu kru dalam penerbangan tersebut merupakan temannya.

Aksi brutal tersebut akhirnya meletus pada 30 September dalam penerbangan Flight FZ1073. Al-Hammami, yang sempat meminta izin untuk beribadah sebelum melancarkan serangan, mendadak menyerang kapten pilot asal India, Smit Machchhar, menggunakan kapak darurat kokpit.

"Pukulan demi pukulan terus melayang. Saya menyadari bahwa masalahnya bukan pada pesawat, melainkan orang lain yang berada di dalam kokpit bersama saya," kenang Machchhar.

Meskipun mengalami luka parah akibat sabetan senjata, Machchhar berhasil melawan dan membuka kunci pintu kokpit. Awak kabin dan penumpang segera memanjat masuk untuk meringkus al-Hammami.

Dua pilot flydubai yang sedang tidak bertugas dan berada di dalam pesawat sebagai penumpang kemudian mengambil alih kemudi. Mereka berhasil mendaratkan pesawat dengan selamat di Tabuk, Arab Saudi, setelah pesawat sempat anjlok lebih dari 16.000 kaki hanya dalam waktu sekitar 30 detik.

Saat ini, pihak berwenang di Uni Emirat Arab (UEA) dan sejumlah negara lain tengah menyelidiki kemungkinan al-Hammami bergerak sendiri atau memiliki keterkaitan dengan kelompok ekstremis luar. Sejauh ini, tim penyidik menyatakan tidak menemukan bukti adanya keterlibatan Iran dalam plot tersebut.

Sementara itu, Otoritas Israel telah memerintahkan peninjauan ulang atas aturan keamanan penerbangan sipil asing. Kapten Machchhar yang kini dalam masa pemulihan telah dihubungi langsung oleh Perdana Menteri India Narendra Modi dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

TERKINI
Ini Sederet Fakta Pohon Sahabi Saksi Bisu Perjalanan Rasululla Ini 5 Tokoh Disabilitas yang Sukses Menginspirasi Dunia Lima Cara Ampuh Atasi Laptop Lemot, Dijamin Langsung Ngebut TEP 8 Universitas Brawijaya Latih Masyarakat Segun Bikin Kapal Fiberglass