Ancam Nyawa Anak-Anak, Importir AS Tarik 37 Ribu Mainan Squishy

Senin, 05/10/2026 13:33 WIB

Washington, Jurnas.com - Sebuah perusahaan pengimpor mainan asal Amerika Serikat (AS) menarik sekitar 37.000 unit mainan squishy dari seluruh toko, akibat potensi bahaya fatal bagi keselamatan anak-anak.

Komisi Keamanan Produk Konsumen AS (CPSC) merilis pengumuman penarikan tersebut, setelah menemukan adanya pelanggaran standar keselamatan produk yang dapat membahayakan nyawa anak-anak.

Penarikan yang diumumkan pada 1 Oktober menyasar dua jenis produk mainan, yakni Squishy Dumpling Toys dan Crazy Squib Ball Toys. Mainan yang diproduksi di China ini diimpor oleh ABC Trading, sebuah perusahaan yang berbasis di Vernon, California.

Produk-produk tersebut sebelumnya dijual secara bebas di toko-toko Los Angeles dan berbagai wilayah AS sejak April hingga Juni dengan harga antara USD$0,41 hingga USD$1,25.

Menurut CPSC, mainan tersebut melanggar standar keselamatan wajib karena manik-manik air bergliter di dalamnya dapat mengembang melebihi ukuran yang diizinkan jika tertelan.

"Jika manik-manik air tertelan, benda tersebut dapat menimbulkan bahaya tertelan, tersedak, hingga penyumbatan usus di dalam tubuh anak, yang mengakibatkan rasa sakit hebat, muntah, dehidrasi, serta risiko kematian," ungkap CPSC dalam pernyataan resminya, dikutip dari Straits Times pada Senin (5/10).

Dua model mainan yang ditarik memiliki ciri-ciri fisik tertentu. Model 3655 Squishy Dumpling menampilkan bentuk wajah kartun yang dikemas dalam wadah plastik cokelat menyerupai kukusan bambu. Sementara itu, model 3984 Crazy Squib Ball dibungkus jaring putih dengan cetakan tulisan `CRAZY SQUIB BALL` dan slogan `Squeeze it! Throw it!`.

Otoritas keamanan mengimbau seluruh konsumen untuk segera menghentikan penggunaan kedua jenis mainan tersebut, dan menghubungi ABC Trading guna mendapatkan pengembalian dana penuh. Meskipun belum ada laporan korban cedera atau insiden terkait produk ini, langkah pencegahan diambil secara tegas.

Diketahui, penarikan produk ini terjadi di tengah melonjaknya popularitas mainan squishy di pasar global. Berdasarkan data CNBC, penjualan mainan squishy di AS melonjak hingga empat kali lipat pada 2026, dan mencatatkan angka penjualan senilai USD$297 juta pada Juni.

Fenomena ini juga mendorong pengawasan lebih ketat di berbagai negara. Pada Agustus lalu, pihak berwenang di Thailand menyita hampir 20.000 mainan squishy ilegal, karena mengandung bahan kimia berbahaya yang memicu risiko kanker.

Sementara itu di Singapura, Kantor Keamanan Produk Konsumen (CPSO) turut mengingatkan para orang tua untuk memilih mainan dari merek tepercaya, menghindari produk berbau tajam, serta selalu mendampingi anak-anak saat bermain.

TERKINI
Arsenal dan Barcelona Berebut Striker Berbakat Bournemouth Kopilot Flydubai Akui Ingin Ulangi Tragedi 9/11 di Israel Bumil Wajib Waspada, Panas Ekstrem Ancam Keselamatan Bayi Saklek! Iran Tak Buka Solusi Militer dalam Perang Lawan AS