Senator AS Desak Kongres Hentikan Pendanaan Perang Iran

Sabtu, 03/10/2026 18:04 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Senator Amerika Serikat (AS) Chris Van Hollen mendesak Kongres menghentikan pendanaan untuk perang Iran setelah Pentagon dilaporkan menyiapkan pengerahan hingga 10.000 personel tambahan ke Timur Tengah.

Van Hollen pada Jumat, 2 Oktober 2026, menuding pemerintahan Presiden Donald Trump tengah memperluas kehadiran militer AS di kawasan tersebut.

Ia juga menuduh pemerintah menyembunyikan informasi mengenai korban dari kalangan anggota militer AS dan menyebut perang Iran sebagai “illegal war of choice” atau perang pilihan yang ilegal.

“Presiden, yang terus menyembunyikan korban dari kalangan anggota militer, kini mengirim hingga 10.000 pasukan tambahan untuk perang pilihan ilegalnya di Iran,” tulis Van Hollen melalui X.

Van Hollen juga merespons pernyataan Trump mengenai kemungkinan melanjutkan kembali serangan terhadap Iran setelah pemilihan sela AS yang dijadwalkan berlangsung pada November.

“Ketika Trump mengatakan dia berencana memperbarui perangnya bulan depan, percayalah. Kongres harus menghentikan pendanaan,” tulis Van Hollen.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah muncul laporan mengenai rencana Pentagon mengerahkan kelompok tempur kapal induk ketiga serta kapal-kapal tambahan Korps Marinir AS ke Timur Tengah.

Pengerahan itu dilakukan ketika Trump mempertimbangkan kemungkinan melanjutkan serangan terhadap Iran setelah pemilihan sela pada awal November.

Menurut laporan The Wall Street Journal yang dikutip Anadolu Agency, pengerahan tersebut diperkirakan menambah sekitar 9.000 hingga 10.000 personel militer AS di kawasan Timur Tengah. Kapal perang, pesawat tempur, personel Marinir, dan pelaut dijadwalkan tiba di kawasan tersebut paling lambat akhir November.

Kelompok tempur kapal induk yang dikerahkan mencakup USS Theodore Roosevelt. Kapal induk tersebut meninggalkan San Diego pada Minggu untuk menjalani penugasan, sementara USS Makin Island Amphibious Ready Group yang membawa personel dari 13th Marine Expeditionary Unit berangkat sehari kemudian.

Laporan lain menyebut pengerahan baru tersebut dapat menempatkan tiga kapal induk AS dan dua kelompok pendarat amfibi di sekitar kawasan Iran pada akhir November. Namun, komposisi akhir kekuatan AS di kawasan tersebut masih dapat berubah bergantung pada pergerakan kapal yang sudah berada di Timur Tengah.

Bagi Van Hollen, rencana penambahan pasukan tersebut menjadi alasan bagi Kongres untuk mengambil langkah terhadap pendanaan operasi militer AS di Iran.

Seruannya muncul ketika pemerintahan Trump dilaporkan mempersiapkan sejumlah opsi militer, sementara kemungkinan dimulainya kembali serangan terhadap Iran setelah pemilihan sela menjadi salah satu skenario yang dibahas. (*)

Sumber: Anadolu

TERKINI
Mengenal Lima Ilmuwan Muslim Persia Paling Berpengaruh Bacaan Surah Al-Alaq, Wahyu Pertama Nabi Muhammad Komdigi Nilai Perlindungan Sisa Kuota Belum Optimal, Tegur Operator Seluler Senator AS Desak Kongres Hentikan Pendanaan Perang Iran