Danantara Utamakan Merger 4 BUMN Karya, WIKA dan Waskita Direstrukturisasi

Jum'at, 02/10/2026 17:35 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mengumumkan rencana penataan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor konstruksi. Danantara bakal mendahulukan proses penggabungan (merger) empat BUMN Karya yang dinilai paling siap, yakni PT PP Tbk (PTPP), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Brantas Abipraya, dan PT Nindya Karya.

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa langkah ini diambil karena proses merger pada keempat perusahaan tersebut cenderung lebih mudah untuk direalisasikan.

"Merger PTPP, Adhi Karya, kemudian Brantas Abipraya dan Nindya Karya akan kita selesaikan. Ini yang paling mudah untuk dilakukan merger-nya, sehingga kita mulai dari sini dulu," ujar Dony usai acara Executive Breakfast Meeting IKA Fikom Unpad di Jakarta, Jumat.

Sementara itu, untuk PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), Danantara memilih untuk fokus pada proses restrukturisasi terlebih dahulu. Penggabungan kedua BUMN tersebut baru akan menyusul setelah proses pembenahan internal rampung.

Menurut Dony, WIKA dan Waskita memerlukan perhatian ekstra serta langkah-langkah yang lebih kompleks. Penanganan kedua perusahaan mencakup optimalisasi atau investasi aset hingga upaya penurunan beban utang. Berbeda dengan keduanya, PT Hutama Karya dinilai berada dalam kondisi yang relatif sehat.

Penataan BUMN Karya ini merupakan bagian dari langkah strategis Danantara dalam mengelola BUMN melalui empat skema utama: likuidasi (penutupan), divestasi, konsolidasi, serta restrukturisasi. Khusus skema restrukturisasi, langkah yang disiapkan mencakup penambahan ekuitas, injeksi aset, hingga restrukturisasi pinjaman.

Langkah efisiensi dan pembenahan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menyederhanakan jumlah BUMN. Pihaknya menargetkan jumlah perusahaan yang dikelola menyusut menjadi sekitar 200 perusahaan pada akhir tahun.

Selain sektor konstruksi, Danantara juga tengah mengonsolidasikan BUMN di sektor asuransi. Penggabungan untuk entitas asuransi jiwa, asuransi umum, asuransi kredit, hingga asuransi berbasis syariah ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026.

TERKINI
Mengenal Makna dan Bacaan Lengkap Salawat Tarhim Bolehkah Mengonsumsi Obat dari Bahan yang Najis? Lestari Moerdijat: Hari Batik Harus Jadi Momentum Sejahterakan Perajin Danantara dan Kemenhub Bahas Rencana Impor KRL Bekas Jepang