Dua Kota Suci Diserang, HNW Tegaskan Mekkah-Madinah Harus Dilindungi

Jum'at, 02/10/2026 14:29 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menolak keras segala bentuk tindakan yang menjadikan Mekkah dan Madinah sebagai sasaran militer, menyusul dua insiden terbaru yang dilaporkan oleh otoritas Arab Saudi yakni drone mengarah ke Mekkah dan serangan terhadap gardu listrik Taibah di Madinah yang memasok kebutuhan listrik Masjid Nabawi.

HNW sapaan akrabnya menegaskan, Mekkah dan Madinah merupakan dua kota suci yang sangat dihormati oleh umat Islam di seluruh dunia, sehingga kesuciannya harus tetap dijaga, dan tidak boleh dijadikan bagian dari sasaran maupun arena konflik bersenjata.

“Kami menolak seluruh serangan maupun upaya penyerangan militer terhadap objek-objek sipil, apalagi terhadap dua kota suci Mekkah dan Madinah, dan mendukung usaha maksimal Kerajaan Arab Saudi untuk melindungi kedua kota suci dari serangan militer pihak mana pun juga, termasuk melindungi fasilitas dan infrastruktur yang menopang keamanan serta pelayanan jamaah di kedua kota suci tersebut,” ujar Hidayat di Jakarta, Jumat (2/10).

Anggota DPR RI Fraksi PKS ini mengingatkan bahwa perlindungan terhadap tempat ibadah memiliki dasar dalam hukum humaniter internasional, termasuk Rome Statute Pasal 8(2)(b)(ix) dan 8(2)(e)(iv) yang mengatur bahwa serangan yang secara sengaja diarahkan terhadap bangunan yang didedikasikan untuk agama dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang (war crime).

Selain itu, Pasal 53 Additional Protocol I dan Pasal 16 Additional Protocol II terhadap Konvensi Jenewa 1949 juga tegas melarang tindakan permusuhan (act of hostility) yang diarahkan terhadap tempat ibadah sakral, baik dalam konflik bersenjata internasional (Pasal 53) maupun non-internasional (Pasal 16).

Customary International Humanitarian Law Rule 38 juga mewajibkan pihak yang berkonflik memberikan perhatian khusus untuk menghindari kerusakan terhadap bangunan keagamaan dan peribadatan.

“Oleh karenanya jelas bahwa tempat ibadah, apalagi sekelas Masjid Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah, bukanlah objek yang boleh dijadikan sasaran serangan sama sekali. Perlindungan itu semakin penting ketika yang dijaga adalah tempat yang memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi bagi umat Islam seluruh dunia yang jumlahnya diperkirakan mencapai 2 miliar jiwa itu,” tegas Hidayat.

Dirinya mengapresiasi tindakan Arab Saudi yang melakukan pencegahan terhadap ancaman di sekitar Mekkah serta menyatakan komitmennya untuk melindungi Dua Masjid Suci dan para jamaah, dan berharap upaya tersebut terus dilakukan secara maksimal dengan tetap mengedepankan keselamatan jamaah serta kesucian kawasan Haram.

“Jangan sampai konflik bersenjata berkembang hingga mengganggu keamanan Dua Masjid Suci yang berada di Makah dan di Madinah. Kita berharap kesucian ke dua Masjid di kedua kota tersebut tetap terjaga, agar Umat Islam se-dunia tetap dapat beribadah dengan khusyu’ di Masjid alHaram baik di Mekah maupun Madinah, tanpa terganggu oleh kekhawatiran adanya serangan militer dari mana pun dengan cara apa pun. Dan agar dengan menghormati Masjid alHaram, mudah-mudahan berkahnya malah menghadirkan kesepakatan untuk segera mengakhiri konflik atau serangan militer,” pungkas Hidayat.

TERKINI
Dua Kota Suci Diserang, HNW Tegaskan Mekkah-Madinah Harus Dilindungi KPK Telusuri Aset Villa di Subang Milik Ipda Yayat Prediksi Susunan Pemain Timnas Prancis vs Italia Komisi X: Pendidikan Gratis Harus Berpihak pada Keluarga Kurang Mampu