Jum'at, 02/10/2026 09:05 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Selama periode Januari hingga Agustus 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Neraca Perdagangan Barang Indonesia surplus senilai 7,25 miliar dolar Amerika Seikat (AS).
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, ekspor kumulatif di periode itu tercatat 193,64 miliar dolar AS atau naik 4,74 persen secara tahunan (year on year/yoy) yang sebesar 184,89 miliar dolar AS.
Menurut sektor, industri pengolahan menyumbang 159,55 miliar dolar AS dari total ekspor kumulatif, pertambangan dan lainnya 22,39 miliar dolar AS, serta sektor pertanian, kehutanan dan perikanan 3,09 miliar dolar AS.
"Ïmpor sepanjang Januari hingga Agustus 2026 mencapai 186,39 miliar dolar AS yang meningkat 19,84 persen secara tahunan," kata Ateng.
Suyudi Jadi Kapolri, Arif NasDem: Sejarah Baru bagi Banten
Lawan Bangladesh, Ole Romeny: Ini Pertandingan Paling Gila
Lima Lokasi Layanan SIM Keliling di Jakarta
Andil penggunaan didominasi oleh bahan baku/penolong sebesar 133,38 miliar dolar AS, diikuti barang modal 36,75 miliar dolar AS, dan barang konsumsi 16,27 miliar dolar AS.
Adapun pada bulan Agustus 2026, Neraca Dagang Indonesia surplus sebesar 3,55 miliar dolar AS, dengan ekspor 26,61 miliar dolar AS yang naik 6,72 persen yoy, dan impor 23,06 miliar dolar AS yang naik 19,09 persen secara tahunan.