Kamis, 01/10/2026 18:40 WIB
Jakarta, Jurnas.com - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) terus membidik peluang penyaluran kredit pada sektor tekstil, produk tekstil (TPT), dan garmen. Langkah ini diambil seiring dengan masih terbukanya ruang pertumbuhan di subsektor industri pakaian jadi yang mencatatkan pertumbuhan fundamental 6,36% (yoy) pada kuartal II 2026. angka tersebut melampaui pertumbuhan industri manufaktur maupun ekonomi nasional.
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menyatakan bahwa pihak bank mendukung langkah pemerintah memperkuat industri manufaktur padat karya. Hingga pertengahan 2026, pembiayaan BNI untuk sektor TPT dan garmen tercatat sebesar Rp405,6 miliar pada segmen SME (per Juni 2026) dan Rp995 miliar pada segmen Commercial (per 31 Agustus 2026).
Meskipun prospeknya positif, BNI tetap menerapkan prinsip kehati-hatian (prudent) untuk mengantisipasi sejumlah risiko, seperti ketergantungan bahan baku impor, fluktuasi nilai tukar, dan persaingan pasar. BNI secara selektif memprioritaskan debitur dengan fundamental arus kas yang sehat, basis ekspor yang kuat, serta memanfaatkan pembiayaan Kredit Industri Padat Karya (KIPK) demi mendukung penyerapan tenaga kerja nasional.
BNI Apresiasi Prestasi Tim Bulu Tangkis Indonesia di Asian Games 2026
BNI Dorong Literasi Keuangan Pelajar Lewat Program Sahabat Sekolah Rakyat
Beli Tiket MotoGP Pertamina Grand Prix 2026 di wondr by BNI, Hemat 300RB!