Rabu, 30/09/2026 15:37 WIB
Yerusalem, Jurnas.com - Pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid, mengecam Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang dinilai sengaja menakut-nakuti masyarakat terkait potensi serangan musuh, menjelang pemilihan umum pada 27 Oktober mendatang.
Tudingan tersebut mengemuka setelah Netanyahu merilis rekaman video berlatar pesawat jet tempur di sebuah pangkalan militer untuk mengklaim adanya ancaman keamanan. Menyikapi unggahan tersebut, Lapid langsung meminta pengarahan keamanan darurat yang kemudian digelar secara tertutup pada Selasa malam bersama jajaran pimpinan militer.
Usai pertemuan tersebut, Lapid menegaskan bahwa pelaksanaan pemilu akan tetap berjalan sesuai jadwal tanpa perlu memicu kepanikan publik, sebagaimana dikutip dari AFP pada Rabu (30/9).
Mantan perdana menteri beraliran moderat itu melontarkan kritik pedas terhadap sikap Netanyahu yang dianggap kontradiktif jika dibandingkan dengan kelalaiannya sebelum serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
Iran Peringatkan Negara Teluk Usai Netanyahu Kunjungi Uni Emirat Arab
PM Qatar Sebut Netanyahu Penjahat Perang, Tetap Dorong Diplomasi Iran-AS
Qatar Bantah Klaim Netanyahu di PBB soal Kampanye Opini Publik Anti-Israel
"Netanyahu mengabaikan setiap peringatan sebelum 7 Oktober dan sekarang, 28 hari sebelum pemilu, dia tiba-tiba sibuk menakut-nakuti," ujar Lapid.
Dia menekankan bahwa potensi potensi ancaman terhadap negara seharusnya dikelola secara bijak dan profesional, bukan dijadikan komoditas kampanye politik.
"Saya tentu tidak akan melanggar kerahasiaan pengarahan keamanan, tetapi harus dikatakan — ancaman keamanan harus ditangani secara profesional dan bertanggung jawab," tegas Lapid. Dia juga menyindir pemanfaatan fasilitas militer oleh sang perdana menteri dengan menyebut pangkalan militer, bukan latar untuk video pemilu.
Di sisi lain, kantor Perdana Menteri Netanyahu mengonfirmasi telah memberikan taklimat intelijen secara mendalam kepada Lapid sesaat setelah permintaan tersebut diajukan.
"Selama pembaruan intelijen, peringatan tentang kemungkinan serangan di berbagai front menjelang pemilu dipresentasikan secara rinci," bunyi pernyataan resmi dari kantor Netanyahu.
Sebelumnya dalam video di pangkalan udara, Netanyahu melayangkan gertakan terbuka kepada pihak lawan jelang pemungutan suara. Peringatan senada juga disampaikan Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, yang secara khusus membidik para pimpinan Hamas di luar negeri, pasca-tewasnya seorang komandan kelompok tersebut di Gaza utara.
"Pemimpin Hamas di luar negeri juga berada dalam bidikan. Tidak ada satu pun dari pembunuh keji ini, yang memainkan peran sentral dalam pembantaian 7 Oktober, yang boleh mati dengan tenang di tempat tidur mereka," ancam Katz.