Rabu, 30/09/2026 15:15 WIB
Damaskus, Jurnas.com - Aparat keamanan Suriah membekuk tiga orang yang diduga sebagai anggota sel yang berafiliasi dengan kelompok Hizbullah di Provinsi Daraa, wilayah selatan Suriah. Penangkapan ini berhasil menggagalkan plot sabotase serta rencana serangan roket di kawasan tersebut.
Operasi pencegahan tersebut diluncurkan oleh Direktorat Intelijen Umum yang bekerja sama dengan Pasukan Keamanan Internal di wilayah Cekungan Yarmouk. Petugas mengamankan para tersangka setelah memantau pergerakan mereka saat berupaya merakit peluncur roket, dengan tujuan melakukan serangan untuk merusak keamanan dan stabilitas.
Dalam pernyataan resmi Pasukan Keamanan Internal melalui saluran Telegram, identitas para tahanan tersebut hanya diungkapkan menggunakan inisial nama, sebagaimana dikutip dari Arab News pada Rabu (30/9).
Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa peluncur roket telah dibongkar sepenuhnya dan para tersangka akan diproses ke jalur hukum, meskipun otoritas belum merinci target spesifik dari rencana serangan tersebut.
Ketua Parlemen Lebanon Sebut Hizbullah Siap Gencatan Senjata
Hizbullah Sebut Pelucutan Senjata Awal Pendudukan Lebanon oleh Israel
Roket Rusia Hantam Mal, Puluhan Warga Ukraina Jadi Korban
Suriah sebelumnya juga menyatakan telah membongkar beberapa sel teror yang terhubung dengan Hizbullah, meski kelompok tersebut membantah tuduhan tersebut.
Penindakan ini menambah deretan operasi keamanan pemerintah Suriah terhadap jaringan penyelundupan senjata. Pada 16 Juli lalu, Kementerian Dalam Negeri Suriah mencegat pengiriman senjata canggih, termasuk rudal jarak jauh, rudal terpandu antitangki, dan nirawak, di dekat perbatasan Irak yang ditujukan bagi Hizbullah di Lebanon.
Sebelumnya, operasi serupa juga dilakukan di Tartous pada 8 Agustus dengan menyita senapan otomatis serta amunisi.
Sejak jatuhnya mantan presiden Bashar Assad pada Desember 2024, otoritas baru Suriah berulang kali menegaskan komitmennya untuk tidak mengizinkan wilayah negara tersebut dijadikan jalur transit penyelundupan senjata maupun aktivitas yang mengancam stabilitas dalam negeri dan negara tetangga.
Sementara itu, ketegangan di kawasan masih tinggi seiring ancaman balasan dari pihak Israel terhadap potensi serangan dari Iran dan Hizbullah.