Selasa, 29/09/2026 16:13 WIB
Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump membantah keras laporan media yang menyebut dirinya menawarkan pelonggaran sanksi ekonomi, serta pencairan dana yang dibekukan kepada Iran di tengah konflik Timur Tengah yang masih berlanjut.
Melalui unggahan di platform Truth Social miliknya pada Senin (28/9) kemarin, Trump menegaskan bahwa pemberitaan tersebut tidak benar.
"Axios baru saja merilis cerita bahwa Trump menawarkan Pelonggaran Sanksi dan Dana yang Dibekukan kepada Iran. Ini tidak benar. Saya tidak menawarkan apa pun kepada mereka!," ujar Trump dikutip dari AFP pada Selasa (29/9).
Dalam laporan Axios, Trump dikabarkan bersedia memberikan pelonggaran sanksi dan mencairkan aset Iran yang dibekukan sebagai imbalan atas langkah konkret Tehran terkait program nuklirnya.
Iran Tunggu Jawaban AS soal Pembukaan Selat Hormuz
Trump Klaim AS Bantu 20 Juta Barel Minyak Lewati Selat Hormuz
Trump Tolak Tawaran Gencatan Senjata Iran, Serangan Baru Bisa Berlanjut
Sementara itu pada Minggu sebelumnya, Trump sempat menyampaikan kepada Axios bahwa dirinya memperkirakan pembicaraan diplomatik akan kembali berlanjut dalam beberapa hari mendatang.
Eskalasi di kawasan tersebut berpusat di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia. Jalur laut sempit tersebut diblokade oleh Tehran sejak perang meletus akibat serangan udara AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari lalu.
Dampak dari blokade tersebut memicu lonjakan harga bahan bakar dan komoditas di AS. Kondisi ini turut menekan tingkat popularitas Trump dalam berbagai jajak pendapat nasional, sekaligus memicu kekhawatiran di internal Partai Republik terkait potensi kehilangan kursi mayoritas di Kongres pada pemilu sela November mendatang.