Pemerintah-Swasta Libatkan Pelajar Lahirkan Inovasi Berbasis AI

Senin, 28/09/2026 19:42 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Kolaborasi pemerintah dan swasta melibatkan kalangan pelajar hingga mahasiswa untuk mencetak inovasi berbasis kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), melalui ajang AI Open Innovation Challenge 2026 di Menara Batavia, Jakarta pada Kamis pekan lalu.

Kompetisi yang mengusung tema "Preparing Future AI Talent for Industry" ini digagas bersama oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, PT Jababeka Tbk, President University, serta Fabrication Laboratory President University.

Langkah ini ditujukan untuk menjaring potensi generasi muda dalam memecahkan berbagai tantangan nyata di sektor publik maupun industri.

Sebanyak 1.560 peserta mendaftar sejak pertengahan April 2026 hingga tersaring menjadi 20 tim finalis, yang terdiri atas 11 tim kategori SMA/SMK serta 9 tim dari kategori mahasiswa dan umum. Seluruh peserta ditantang merumuskan solusi teknis bagi delapan penyedia kasus dari sektor industri dan dinas pemerintahan.

Sektor industri diwakili oleh enam perusahaan seperti Kawan Lama, Reckitt Benckiser Indonesia, Blibli, Kerry, TÜV NORD Group, serta Cikarang Dry Port. Sementara itu, Pemprov DKI Jakarta melibatkan Dinas Lingkungan Hidup untuk penanganan sampah dan Dinas Perhubungan untuk pengelolaan lalu lintas.

Ketua Panitia AI Open Innovation Challenge 2026, Prof. Dr.-Ing. Erwin Parasian Sitompul, menyampaikan apresiasi atas inovasi yang berhasil dilahirkan para talenta muda.

"Semoga inovasi yang lahir dari kegiatan ini bisa memberi dampak positif bagi dunia pendidikan, industri dan tata kelola kota Jakarta,". kata Erwin.

Director of Batavia Campus President University, Cahyo Rahadian Muzhar, menyampaikan bahwa keikutsertaan President University dalam AI Open Innovation Challenge 2026 ini merupakan bagian dari komitmen universitas dalam mendukung pengembangan inovasi, teknologi, serta talenta digital Indonesia yang selaras dengan kebutuhan transformasi industri.

Dari sudut pandang pemerintah, Analis Kebijakan Ahli Madya Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian, Suparjo, menekankan pentingnya peran Indonesia sebagai pencipta teknologi di kawasan.

Menurut dia, Indonesia mesti bertransformasi menjadi produser inovasi atau pencipta solusi dan hub pengembangan AI, mengingat besarnya pertumbuhan ekonomi digital nasional yang membuat Indonesia sebagai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan tiga langkah strategis pascakompetisi, meliputi penyelenggaraan business matching bagi pemenang, uji coba (piloting) solusi di dinas terkait, hingga pemberian kesempatan kunjungan studi ke kota-kota mitra (sister city) Jakarta.

Dalam ajang penganugerahan tersebut, gelar Juara Umum Sektor Industri diraih oleh tim `Manusia yang Tak Pakai AI akan Kalah`. Sementara itu, tim Lumitech berhasil menyabet Juara 1 Sektor Traffic Management, dan tim AI Engineer 94 Jakarta keluar sebagai Juara 1 Sektor Waste Management.

TERKINI
Pemerintah-Swasta Libatkan Pelajar Lahirkan Inovasi Berbasis AI Buaya 400 Kg Dievakuasi dari Penangkaran di Kuil Thailand Dongkrak Kualitas Pembelajaran, UT Terus Perkuat Kemitraan Paus Leo XIV Serukan Perdamaian dan Soroti Kasus Migran Eropa