Jum'at, 25/09/2026 14:46 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Qatar menolak tegas tuduhan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menyebut Doha menjalankan kampanye untuk memengaruhi opini publik agar menentang Israel.
Qatar menilai tuduhan tersebut justru mengalihkan perhatian dari kebijakan Israel di wilayah Palestina yang diduduki dan dampak kemanusiaannya.
Bantahan itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed al-Ansari setelah Netanyahu menyampaikan tuduhan tersebut dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB di New York, Kamis (24/9).
“Kami dengan tegas menolak tuduhan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pidatonya di Majelis Umum PBB bahwa Negara Qatar menjalankan kampanye untuk memengaruhi opini publik terhadap Israel,” kata al-Ansari dalam sebuah pernyataan.
Kunjungan Netanyahu ke New York Sinyal Keretakan AS-Israel
Sidang PBB Panas, Suriah, Israel hingga Turki Saling Tuding
Netanyahu Ancam Kirim Serangan Lebih Kejam ke Musuh Israel
Al-Ansari mengatakan retorika yang terus diarahkan kepada Qatar merupakan upaya untuk mengalihkan perhatian dari apa yang disebutnya sebagai kekejaman pemerintah Israel di wilayah Palestina yang diduduki serta konsekuensi kemanusiaan yang ditimbulkannya.
Al-Ansari juga membantah anggapan bahwa meningkatnya kritik terhadap Israel di berbagai negara, terutama di kalangan generasi muda, merupakan hasil dari kampanye pengaruh yang terorganisasi.
Menurut dia, perubahan pandangan tersebut tidak semestinya dikaitkan dengan Qatar atau pihak luar lainnya. Ia mengatakan generasi muda menyaksikan perkembangan di lapangan secara langsung dan membentuk pandangan berdasarkan apa yang mereka lihat.
“Menganggap perubahan yang berkembang dalam opini publik global, khususnya di kalangan generasi muda, sebagai akibat dari tuduhan ‘kampanye pengaruh’ merupakan penghinaan terhadap kesadaran dan penilaian generasi yang menyaksikan apa yang terjadi di lapangan secara langsung dan di hadapan seluruh dunia,” ujar al-Ansari.
Pernyataan tersebut menjadi tanggapan langsung Qatar terhadap tuduhan yang disampaikan Netanyahu dalam forum PBB. Dengan demikian, klaim mengenai adanya kampanye untuk memengaruhi opini publik merupakan tuduhan dari pihak Israel yang ditolak oleh pemerintah Qatar.
Al-Ansari mengatakan jika Netanyahu dan para politikus Israel ingin mengubah cara Israel dipandang di dunia, perhatian seharusnya diarahkan pada kebijakan pemerintah Israel, bukan dengan menyalahkan Qatar atau pihak eksternal lainnya.
Ia menilai upaya untuk mengaitkan perubahan opini publik global dengan Qatar tidak lagi meyakinkan. Menurut al-Ansari, pandangan masyarakat internasional terbentuk berdasarkan apa yang mereka saksikan sendiri.
“Upaya untuk meminta Qatar, atau siapa pun, bertanggung jawab atas perubahan global dalam opini publik yang terbentuk dari apa yang disaksikan masyarakat sendiri tidak lagi meyakinkan,” katanya.
Qatar kemudian menyerukan agar Israel mengubah kebijakannya, menghormati hukum internasional, dan bertanggung jawab atas tindakannya. (*)
Sumber: Anadolu