Jum'at, 25/09/2026 13:55 WIB
Paris, Jurnas.com - Pabrikan pesawat terbang Eropa, Airbus, mengonfirmasi telah mengidentifikasi dan mengisolasi masalah kualitas" pada struktur badan pesawat jenis A321neo. Kendati demikian, Airbus menegaskan armada yang terdampak tetap aman beroperasi karena tidak menimbulkan risiko keselamatan.
Sebelumnya, sumber yang mengetahui masalah tersebut menyatakan bahwa deviasi produksi ini memengaruhi sekitar 500 unit pesawat, mencakup kurang lebih 250 unit yang sudah beroperasi dan 250 unit lainnya yang masih berada di lini produksi.
A321neo merupakan model jet berlorong tunggal terbesar dan terpopuler milik Airbus yang berkapasitas hingga 244 penumpang dengan jarak tempuh mencapai 4.000 mil laut.
Beralihnya fokus pada masalah teknis ini menjadi kendala industri kedua pada bagian fuselage A321neo dalam sembilan bulan terakhir, setelah ditemukannya cacat pada panel badan pesawat pada Desember lalu.
Airbus menjelaskan bahwa masalah tersebut bersumber dari penyimpangan pada lapisan pelindung permukaan komponen kerangka badan pesawat, atau yang dikenal sebagai stringer, yakni struktur memanjang di sepanjang badan pesawat. Temuan ini terdeteksi saat komponen tersebut menjalani proses pengerjaan ulang di jalur produksi.
"Airbus telah mengidentifikasi dan mengisolasi sumber masalah tersebut serta telah menyediakan solusi perbaikannya," tulis pernyataan resmi perusahaan dikutip dari Reuters pada Jumat (25/9).
Insiden ini terjadi di tengah upaya Airbus meningkatkan target produksi pesawat lorong tunggal dari 60 unit menjadi 75 unit per bulan. Airbus menyampaikan kepada para maskapai konsumen bahwa tidak ada kebutuhan mendesak untuk segera melakukan perbaikan fisik, sehingga pengiriman unit pesawat tetap berjalan tanpa penundaan ekstra.
Meski demikian, otoritas regulator penerbangan Eropa diperkirakan dapat menerbitkan direktif resmi yang mewajibkan perbaikan cacat tersebut dalam jangka waktu tertentu.