Rabu, 23/09/2026 15:40 WIB
Taipei, Jurnas.com - Pemerintah Taiwan memastikan bakal terus memelihara komunikasi dan hubungan erat dengan Amerika Serikat (AS), guna mengawal agar program pembelian senjata berjalan sesuai rencana.
Pernyataan ini disampaikan menjelang pertemuan krusial antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Washington.
Wakil Juru Bicara Kementerian Pertahanan Taiwan, Chiao Fu-chun, menyatakan di Tainan pada Rabu (23/9) bahwa menjaga keamanan serta stabilitas di kawasan Indo-Pasifik merupakan kepentingan bersama negara-negara demokratis.
"Pemerintah dan Kongres AS telah berulang kali menyatakan dukungan mereka terhadap kemampuan Taiwan dalam membela diri. Oleh karena itu, kami akan terus menjaga kontak erat dengan Departemen Perang AS dan mendorong pelaksanaan penjualan senjata sesuai rencana," ujar Chiao dikutip dari Reuters.
Trump Sebut Iran Berulang Kali Tolak Usulan Kesepakatan dari AS
Trump Sebut AS Akan Bangun Dua Pangkalan Militer Besar di Greenland
Trump Serang Media Usai Digugat soal Akses Gedung Putih
Secara terpisah di Kaohsiung, Perdana Menteri Taiwan Cho Jung-tai menyampaikan keyakinan mendalam atas masa depan hubungan bilateral Taipei-Washington.
Isu penjualan alutsista ini berada di titik sensitif menyusul langkah Trump yang sempat menunda persetujuan paket penjualan senjata kedua senilai USD$14 miliar untuk Taiwan.
Paket tersebut dijadikan kartu negosiasi oleh Washington jelang pertemuan puncak dengan Xi Jinping, yang secara konsisten mendesak penghentian total pasokan militer AS ke pulau tersebut. Pada Desember lalu, Trump juga menyetujui paket penjualan senilai USD$11 miliar.
Di tengah dinamika diplomatik tersebut, Presiden Taiwan Lai Ching-te merespons imbauan Trump agar para sekutunya meningkatkan anggaran pertahanan mandiri.
Sebagai bukti kemandirian industri pertahanan dalam negerinya, militer Taiwan menggelar latihan tembak langsung pada Rabu (23/9/2026) dengan memamerkan kendaraan tempur lapis baja roda delapan buatan domestik yang dilengkapi meriam 105mm.
Selain alutsista lokal, Taiwan juga menampilkan sistem peluncur roket HIMARS buatan produsen AS, Lockheed Martin, guna menegaskan kesiapsiagaan menghadapi tekanan militer harian dari Beijing.
Keyword : Penjualan Senjata AS Donald Trump Militer Taiwan