Purbaya Dicopot Jadi Menkeu, Pengamat Soroti Pernyataannya Utang Whoosh

Senin, 14/09/2026 20:17 WIB

Jakarta, Jurnas.com- Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa baru saja dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara. Hal ini mengejutkan publik akibat begitu mendadak.

Pengamat ekonomi Alumnus UGM Defiyan Cori sendiri sebelumnya mengkritik pernyataan Purbaya dalam merespons persoalan utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. Menurutnya, Purbaya kerap menyampaikan pernyataan secara spontan dan blak-blakan tanpa didahului analisis mendalam mengenai substansi persoalan. Kritik tersebut disampaikan Defiyan saat merespons pernyataan mengenai restrukturisasi utang Whoosh yang disebut dapat berlangsung hingga 80 tahun, hingga kalimat Purbaya yang terkesan membebankan utang kepada pemerintahan mendatang.

“Itu sangat erat kaitannya dengan karakter Menteri Keuangan Purabaya Yudi Sadewa yang menyampaikan sesuatu tanpa analisis mendalam dan cenderung apa blak-blakan, spontan, dan tidak memahami substansi permasalahan sebenarnya,” ujar Defiyan, Senin (14/9/2026).

Defiyan juga mengkritik gaya Purbaya yang menurutnya berbeda dengan Menteri Keuangan sebelumnya. Ia menilai perbedaan gaya tersebut berpotensi lebih banyak membentuk citra di ruang publik dibanding menunjukkan perubahan mendasar dalam pengelolaan keuangan negara.

“Yang hanya ingin mencapai citranya di depan-depan publik bahwa yang bersangkutan berbeda dengan Menteri Keuangan sebelumnya. Padahal sejatinya pengelolaan keuangan tidak banyak perubahan,” katanya.

Defiyan kemudian mengaitkan kritik tersebut dengan persoalan restrukturisasi utang Whoosh hingga 80 tahun. Menurut dia, pemerintah tidak semestinya menganggap perpanjangan tenor sebagai satu-satunya cara menyelesaikan persoalan pembiayaan Whoosh. Defiyan menilai masih ada sejumlah alternatif yang dapat dibahas dalam kerangka business-to-business (B2B), termasuk restrukturisasi utang, kepemilikan saham, maupun kerja sama operasi dengan pihak China.

“Jadi banyak jalan menuju Roma, tidak hanya satu-satunya tidak hanya restrukturisasi utang,” ujarnya.

Dia juga mengingatkan agar penyelesaian persoalan Whoosh tidak kemudian menggeser beban persoalan keuangan tersebut kepada pemerintah dan generasi mendatang.

“Jadi jangan sampai ya, pengelolaan keuangan negara diarahkan hanya ya untuk menutupi beban masalah keuangan masa lalu. Sehingga apa? Asta Cita Presiden Indonesia yang sudah menjadi komitmen malah terabaikan,” kata Defiyan.

Defiyan menambahkan bahwa prinsip B2B perlu dipertahankan dalam penyelesaian persoalan Whoosh. Danantara dapat menjadi salah satu opsi yang dikaji karena persoalan tersebut berkaitan dengan BUMN. Menurut Defiyan, masih ada berbagai mekanisme yang dapat dibicarakan antara pemerintah, BUMN, dan mitra dari China tanpa menjadikan APBN sebagai pilihan utama. Meski demikian, seluruh opsi tersebut tetap perlu dikaji dari aspek hukum, keuangan, tata kelola, serta dampaknya terhadap keberlanjutan proyek.

“Sejak awal Purbaya sudah menyampaikan dan harus konsisten bahwa dia tidak akan menggunakan APBN. Dan harus komit terhadap pernyataan dirinya sejak awal bahwa ini penyelesaiannya adalah business-to-business,” ujarnya.

Sebelumnya, isu reshuffle di Kabinet Merah Putih sempat terdengar. Terlepas dari segala polemik kinerjanya, Purbaya Yudhi Sadewa telah digantikan oleh Suahasil Nazara.

TERKINI
Mengapa Fathimah Az-Zahra Digelari Ibu bagi Ayahnya? Iran Bantah Terlibat dalam Perang Yaman Serangan Houthi Tewaskan Lebih dari 500 Tentara Pemerintah Yaman Purbaya Dicopot Jadi Menkeu, Pengamat Soroti Pernyataannya Utang Whoosh