Pemimpin Nuklir Iran Batal Hadiri Konferensi IAEA di Wina

Senin, 14/09/2026 12:10 WIB

Teheran, Jurnas.com - Kepala Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) Mohammad Eslami dilaporkan batal menghadiri Konferensi Umum tahunan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) di Wina, Austria.

Pembatalan kehadiran untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun ini terjadi akibat sanksi larangan perjalanan internasional, yang membekukan pergerakan pejabat tinggi Teheran tersebut.

Salah seorang pejabat yang mengetahui masalah tersebut mengonfirmasi bahwa pemerintah Austria sebenarnya telah mengupayakan pembebasan atas larangan perjalanan Eslami kepada Komite Sanksi PBB, namun permohonan tersebut ditolak.

Absennya Mohammad Eslami menjadi sinyal terbaru dari kian memburuknya hubungan diplomatik antara Iran dan negara-negara Barat, menyusul runtuhnya kesepakatan gencatan senjata serta berlanjutnya ketegangan militer dengan Amerika Serikat sejak Juli lalu.

"Upaya permintaan pengabaian larangan perjalanan untuk menghadiri konferensi internasional di PBB tidak dikabulkan oleh Komite Sanksi," ujar pejabat tersebut secara anonim, sebagaimana dikutip dari Arab News pada Senin (14/9).

Hubungan Iran dan pengawas nuklir PBB terus memanas sejak jet tempur AS dan Israel menggempur sejumlah fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025.

Pasca-serangan tersebut, Teheran menolak memberikan akses kepada inspektur IAEA untuk menginspeksi situs yang terdampak, meskipun terikat kewajiban hukum di bawah Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT).

IAEA menyatakan belum dapat memverifikasi status persediaan uranium yang diperkaya hingga tingkat kemurnian 60 persen milik Iran yang kini mencapai 440,9 kilogram, hanya berjarak tipis dari tingkat pengayaan 90 persen untuk senjata militer. Teheran secara konsisten membantah tuduhan pengembangan senjata dan menegaskan program nuklirnya murni untuk tujuan damai.

Tahun lalu, Prancis, Inggris, dan Jerman mengaktifkan mekanisme snapback yang secara otomatis memberlakukan kembali seluruh sanksi PBB terhadap Iran. Sanksi pembekuan tersebut mencakup larangan perjalanan internasional bagi pejabat kunci, embargo senjata konvensional, pembatasan pengembangan rudal balistik, pemblokiran aset, hingga larangan pengadaan teknologi nuklir.

Kendati terdapat laporan pembatalan akibat sanksi, kantor berita resmi Iran IRNA sempat melaporkan bahwa Eslami tetap dijadwalkan bertolak ke Wina. Konferensi Umum IAEA sendiri digelar mulai Senin hingga Jumat pekan ini guna membahas anggaran badan nuklir serta isu-isu perlindungan nuklir di kawasan Timur Tengah.

TERKINI
Gunung Semeru dan Jejak Mahameru dalam Sejarah Spiritual Jawa Harvest Moon 2026 Muncul di Akhir September, Purnama di Sekitar Ekuinoks Youri Tielemans Kecewa MU Kalah dari Manchester City Pemimpin Nuklir Iran Batal Hadiri Konferensi IAEA di Wina