Senin, 14/09/2026 09:30 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Lebih dari 31.000 warga dievakuasi di Provinsi Hainan, China selatan, setelah hujan lebat mengguyur sejumlah wilayah di pulau tersebut selama tiga hari terakhir. Hingga Minggu malam, sebanyak 31.564 orang telah dipindahkan ke lokasi yang lebih aman, meski belum ada laporan mengenai bencana besar.
Berdasarkan laporan Xinhua yang mengutip komite provinsi untuk pencegahan, mitigasi, dan bantuan bencana, curah hujan dalam tiga hari terakhir melampaui 300 milimeter di 24 kecamatan yang tersebar di enam kota dan kabupaten.
Changfeng Township di Kabupaten Wanning mencatat curah hujan tertinggi dengan total mencapai 452 milimeter.
Petugas cuaca memperkirakan hujan masih akan mengguyur sejumlah wilayah Hainan hingga Senin (13/9). Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah meningkatkan langkah antisipasi terhadap potensi dampak hujan berintensitas tinggi.
China Panggil Dubes Filipina Buntut Insiden Laut China Selatan
Menlu se-ASEAN Prihatin Konflik Timur Tengah Terus Berlanjut
Filipina Kecam Kartun Rasis dan Provokatif Media Pemerintah China
Sejumlah sekolah dan objek wisata di beberapa kota dan kabupaten juga diperintahkan untuk ditutup. Pemerintah turut memberlakukan pengaturan lalu lintas di sejumlah ruas jalan yang terdampak hujan.
Tim pemadam kebakaran dan penyelamatan telah ditempatkan di sejumlah wilayah strategis. Personel tambahan serta peralatan untuk mengatasi genangan air juga dikerahkan ke Kabupaten Wanning, Qionghai, dan Lingshui.
Pemerintah daerah menyatakan terus memantau kondisi curah hujan dan ketinggian air. Pemantauan dilakukan untuk mencegah banjir, genangan di kawasan perkotaan, bencana geologi, serta kemungkinan terendamnya jalan dan jembatan.
Hingga Minggu malam, belum ada laporan mengenai bencana besar, tetapi perkiraan hujan lanjutan hingga Senin membuat langkah evakuasi dan kesiapsiagaan tetap dilakukan di sejumlah wilayah Hainan. (*)
Sumber: Anadolu
Keyword : Hujan LebatChina SelatanWarga Dievakuasi