Minggu, 13/09/2026 13:10 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Pemerintah Iran menyampaikan tujuh syarat untuk membuka Selat Hormuz dalam pesannya kepada Amerika Serikat (AS), kata sumber yang mengetahui masalah itu kepada kantor berita Tasnim.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Iran mengumumkan bahwa Teheran akan menggelar pertemuan di Oman,Senin, yang melibatkan Irak dan negara-negara Teluk Persia untuk membahas jalur aman bagi pelayaran komersial di Selat Hormuz.
"Selat Hormuz akan tetap ditutup sampai tujuh syarat yang telah disetujui pejabat tinggi Iran tersebut dipenuhi," kata sumber itu.
Seperti dilaporkan kantor berita Iran itu sebelumnya, kesepakatan yang dicapai Iran dan Oman terkait Selat Hormuz tidak mencakup pembukaan jalur perairan tersebut.
Trump Sebut Perang Lawan Iran Berakhir dalam Waktu Dekat
Iran Sebut Oman Jadi Tuan Rumah Pertemuan Bahas Jalur Aman Selat Hormuz
Korea Selatan Tegaskan Selat Hormuz Harus Tetap Aman di Tengah Tekanan AS
Berdasarkan kesepakatan itu, kedua pihak telah mengoordinasikan rute utama keluar-masuk Selat Hormuz.
Pada 28 Februari, AS dan Israel menyerang sejumlah sasaran di Iran, sehingga memicu serangan balasan dari pihak Iran.
Pada pertengahan Juni, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman untuk menghentikan permusuhan, tetapi kedua pihak kemudian kembali saling serang. Hingga kini, konflik tersebut belum terselesaikan.
Akibat eskalasi konflik tersebut, pelayaran melalui Selat Hormuz nyaris terhenti. Selat tersebut merupakan jalur pasokan utama minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair ke pasar global.
Akibatnya, harga bahan bakar meningkat di sebagian besar negara di dunia.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti