Zulhas: Pemerintah Siapkan Bansos Beras-Subsidi Tepung untuk Hadapi Kemarau

Jum'at, 11/09/2026 23:12 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan, pemerintah tengah menyiapkan sejumlah kebijakan untuk menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas harga pangan di tengah musim kemarau yang berpotensi mendorong kenaikan harga kebutuhan pokok.

Hal tersebut disampaikan Menko Pangan yang akrab disapa Zulhas ini saat melakukan kunjungan kerja bersama Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani di KDKMP Desa Pisang, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (11/9).

Ia mengatakan pemerintah mengambil langkah antisipasi karena musim kemarau dan masa paceklik mulai berdampak terhadap pergerakan harga sejumlah kebutuhan pokok.

“Karena sekarang lagi musim kering, musim peceklik, harga mulai sedikit-sedikit naik. Oleh karena itu pemerintah mengambil langkah untuk menghadapi kondisi tersebut,” kata Zulhas.

Ia mengatakan salah satu langkah yang ditempuh pemerintah yakni menuntaskan penyaluran bantuan pangan beras untuk masyarakat penerima manfaat yang sebelumnya dialokasikan pada Juli, Agustus, dan September.

Bantuan tersebut diberikan sebanyak 10 kilogram beras per bulan sehingga penerima manfaat akan memperoleh total 30 kilogram untuk periode tiga bulan.

“Harusnya Juli, Agustus, September itu 10 kilogram, tetapi sekarang September akan kita selesaikan sekaligus 30 kilogram,” ujarnya.

Menurut dia, bantuan pangan tersebut menyasar sekitar 33,2 juta penerima manfaat yang masuk kelompok desil 1 hingga desil 4 berdasarkan data penerima bantuan pemerintah.

Pemerintah akan kembali menyalurkan bantuan pangan beras untuk periode Oktober, November, dan Desember dengan total 30 kilogram bagi penerima manfaat yang sama.

“Artinya ada satu juta ton lagi yang akan dibagi nanti Oktober atau November sekaligus 30 kilogram,” katanya.

Selain bantuan pangan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, pemerintah menyiapkan sekitar satu juta ton beras subsidi yang akan disalurkan melalui pasar-pasar tradisional pada Oktober hingga Desember.

Beras subsidi tersebut ditujukan bagi masyarakat yang masih mampu membeli beras, namun membutuhkan komoditas pangan dengan harga yang lebih terjangkau.

Pemerintah menargetkan harga beras subsidi tersebut berada pada kisaran Rp12.000 hingga Rp12.500 per kilogram.

Kebijakan itu diharapkan dapat menambah pasokan beras di pasar sekaligus menjaga harga tetap terjangkau bagi masyarakat selama musim kemarau.

Selain beras, pemerintah juga menyiapkan subsidi tepung untuk mendukung pelaku usaha pangan, termasuk perajin kue dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Karena perajin-perajin kue ini tidak boleh impor beras lagi, kita turunkan harganya. Ada 380 ribu ton yang segera disiapkan untuk membuat kue dan berbagai usaha masyarakat,” kata Zulkifli.

Tepung tersebut disiapkan sebanyak sekitar 380 ribu ton dengan harga subsidi sekitar Rp11.000 per kilogram.

Pemerintah juga menyiapkan jagung bersubsidi bagi peternak rakyat sebagai bagian dari langkah menjaga ketersediaan dan keterjangkauan bahan pangan serta mendukung keberlangsungan usaha masyarakat di tengah kondisi kemarau.

Dengan berbagai kebijakan tersebut, pemerintah berharap ketersediaan pangan tetap terjaga, harga kebutuhan pokok terkendali, dan daya beli masyarakat dapat dipertahankan selama menghadapi musim kemarau. (Ant)

TERKINI
Curug Siliwangi di Gunung Puntang dan Legenda Prabu Siliwangi Benarkah Manusia Selalu Berperang? Iran Sebut Oman Jadi Tuan Rumah Pertemuan Bahas Jalur Aman Selat Hormuz Zulhas: Pemerintah Siapkan Bansos Beras-Subsidi Tepung untuk Hadapi Kemarau