Legislator PAN Soroti Minimnya Bantuan Relawan di Kabupaten Banjar

Jum'at, 11/09/2026 15:10 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Anggota DPR RI Fraksi PAN, Pangeran Khairul Saleh, menyoroti tingginya kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Berdasarkan laporan yang diterimanya dari relawan Bumi Rescue 690 Kabupaten Banjar dan sejumlah relawan lainnya, kebakaran di wilayah tersebut telah mencapai sekitar 450 titik.

“Hampir setiap hari, relawan di Kabupaten Banjar melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan. Data di Kabupaten Banjar, khususnya dari BPBD Kabupaten Banjar yang dilaporkan kepada Provinsi Kalsel, bahwa kejadian kebakaran di Kabupaten Banjar hingga sekarang mencapai 450 titik,” ujar Pangeran, Jumat (11/9).

Menurut Pangeran, jumlah tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan 13 kabupaten/kota di Kalsel. Kondisi ini, kata dia, seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah dalam memperkuat penanganan karhutla di Banjar.

Terlebih, para relawan disebut hampir setiap hari turun ke lapangan untuk membantu pemadaman. Namun, dukungan berupa peralatan pemadaman dinilai masih sangat minim.

Pangeran mengatakan, para relawan telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Banjar serta menyampaikan laporan terkait kondisi karhutla, termasuk laporan dari Kementerian Kehutanan.

Ironisnya, kata dia, Kabupaten Banjar disebut belum tercantum sebagai daerah yang memperoleh bantuan penanganan karhutla.

“Relawan membantu masyarakat Kabupaten Banjar tidak mengharapkan imbalan, tapi peralatan yang digunakan sangat minim. Para relawan makan dibantu masyarakat sekitar lokasi kejadian. Yang membantu adalah masyarakat,” katanya.

Pangeran menegaskan, penanganan karhutla membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, dan relawan. Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa diselesaikan jika hanya mengandalkan relawan di lapangan.

Ia pun mempertanyakan minimnya dukungan terhadap Kabupaten Banjar, mengingat tingginya jumlah titik kebakaran di wilayah tersebut.

“Penanganan karhutla ini harus diselesaikan secara bersama-sama, namun seolah-olah Kabupaten Banjar tidak mendapatkan keadilan,” tegasnya.

Legislator asal Kalsel itu berharap pemerintah memberikan perhatian lebih serius terhadap kondisi masyarakat Banjar. Ia juga meminta Presiden Prabowo Subianto mendengar langsung keluhan masyarakat dan relawan yang selama ini berjibaku menangani karhutla.

“Masyarakat Kabupaten Banjar tidak berharap banyak, masyarakat cuma minta keadilan, karena Kabupaten Banjar juga bagian dari NKRI. Saya berharap pemerintah, khususnya Bapak Presiden bisa mendengar langsung keluh kesah masyarakat Kabupaten Banjar,” katanya.

Pangeran juga mengingatkan agar persoalan penanganan karhutla tidak dibawa ke ranah politik. Menurutnya, kebutuhan masyarakat saat ini sederhana, yakni dukungan untuk memadamkan kebakaran dan memulihkan kualitas udara.

“Kalau ada kepentingan politik di luar sana, saya berharap upaya ini tidak dikait-kaitkan. Masyarakat hanya menginginkan udara segar kembali. Relawan sering berkoordinasi, namun seolah-olah tidak didengar,” pungkasnya.

 

 

 

TERKINI
Sederet Hewan Laut Ini Kurang Dilirik meski Kaya Nutrisi Legislator PAN Soroti Minimnya Bantuan Relawan di Kabupaten Banjar Kumpulan Doa Singkat Memohon Perlindungan dan Keselamatan Gajah Asia Mampu Menahan Diri dan Mengubah Strategi Saat Menghadapi Masalah