Ketua DPD Minta Tim SAR Optimalkan Pencarian Jurnalis di Selat Sunda

Jum'at, 11/09/2026 12:19 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Ketua DPD RI Sultan B Najamudin menyampaikan keprihatinan mendalam atas hilangnya lima jurnalis beserta awak kapal saat melakukan peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Pandeglang, Banten.

Sultan menilai peristiwa tersebut menjadi duka mendalam bagi dunia pers Tanah Air. Terlebih, profesi jurnalis memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi aktual dan akurat kepada masyarakat.

“Profesi jurnalis memiliki peran yang sangat krusial bagi kebutuhan informasi yang aktual dan akurat bagi masyarakat,” kata Sultan dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (11/9).

Atas peristiwa tersebut, Sultan mendorong tim SAR terus mengoptimalkan pencarian terhadap kelima jurnalis yang hingga kini masih hilang kontak.

Menurutnya, keselamatan jiwa wartawan harus menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan jurnalistik, termasuk ketika melakukan peliputan di wilayah yang memiliki tingkat risiko tinggi.

Sultan mengingatkan perusahaan pers maupun jurnalis agar tidak mengabaikan aspek keselamatan hanya demi mendapatkan informasi atau momentum pemberitaan.

“Setiap perusahaan pers dan jurnalis harus memahami bahwa keselamatan jiwa wartawan adalah hukum tertinggi yang harus diprioritaskan melebihi ambisi mendapatkan berita,” tegasnya.

Dia juga meminta seluruh kegiatan peliputan di wilayah bencana alam dilakukan dengan memperhitungkan aspek keamanan dan risiko di lapangan.

“Bahaya di area bencana alam seperti erupsi Anak Krakatau adalah situasi yang tidak bisa ditantang,” ujar Sultan.

Sebelumnya, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memastikan operasi pencarian dan pertolongan terhadap rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda akan terus dioptimalkan selama tujuh hari.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan durasi operasi tersebut mengacu pada pedoman International Aeronautical and Maritime Search and Rescue (IAMSAR).

Hingga hari ketiga operasi, kata Syafii, pencarian terus dilakukan secara masif dengan mengerahkan kekuatan gabungan dari berbagai unsur lintas instansi.

“Operasi terus kita laksanakan. Kalau mengacu kepada IAMSAR guidelines, bahwa operasi ini akan dilaksanakan berturut-turut selama tujuh hari. Dan nanti pada saat hari ketujuh, kita akan lakukan rapat evaluasi yang melibatkan semuanya,” kata Syafii dalam konferensi pers, Kamis (10/9).

Basarnas bersama unsur gabungan masih melakukan penyisiran di sejumlah titik perairan Selat Sunda untuk menemukan keberadaan rombongan jurnalis yang hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

 

 

 

TERKINI
Kumpulan Doa Singkat Memohon Perlindungan dan Keselamatan Gajah Asia Mampu Menahan Diri dan Mengubah Strategi Saat Menghadapi Masalah Ketua DPD Minta Tim SAR Optimalkan Pencarian Jurnalis di Selat Sunda Hukum Kepemilikan Buah yang Menjalar ke Pekarangan Tetangga