Trump Usul Selat Hormuz Berganti Nama Menjadi Selat Trump

Kamis, 10/09/2026 12:30 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan Selat Hormuz akan disebut “Trump Strait” atau "Selat Trump", saat ia mengklaim AS sedang memenangkan perang melawan Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam konvensi Partai Republik di Dallas, Texas, pada Rabu (0/9) malam.

Trump mengaitkan perang dengan harga minyak dan mengatakan harga minyak akan turun setelah AS memenangkan konflik dengan Iran yang menurutnya masih berlangsung.

"Minyak akan turun segera setelah kami memenangkan perang dengan Iran, yang berlangsung sekarang. Kami akan memenangkannya," kata Trump.

Trump kemudian mengatakan AS menguasai Selat Hormuz dan mengusulkan perubahan nama jalur perairan strategis tersebut.

"Kami menang. Kami menguasai Selat Hormuz. Saya pikir kita harus menyebut Selat Hormuz, kita harus menyebutnya Trump Strait. Saya harus mendapatkan sesuatu dari ini. Trump Strait," ujar Trump.

Trump mengatakan dirinya akan segera mengumumkan perubahan nama tersebut dan menyindir bahwa kepemimpinan Iran kemungkinan tidak akan menyukai keputusan itu.

"Ini akan disebut—hadirin sekalian, saya akan membuat pengumuman—kami akan menyebutnya Trump Strait, dan saya yakin kepemimpinan Iran akan sangat senang dengan itu," katanya.

Dalam pidatonya, Trump juga mengatakan Iran sedang "runtuh". Ia menuduh Iran telah menjadi "pengganggu di Timur Tengah selama 51 tahun" dan menyatakan kondisi tersebut kini telah berubah.

Trump juga mengeluarkan peringatan terkait situs Pickaxe Mountain di Iran. Ia mengatakan AS mungkin akan menyerang lokasi tersebut setelah mendapat informasi mengenai adanya "sedikit pergerakan" di area itu.

"Kami tahu persis apa yang sedang terjadi ... Saya menyarankan Iran untuk tidak macam-macam karena kami akan menghantam mereka dengan sangat keras. Kami tidak punya pilihan, kan?" kata Trump.

Trump kembali menegaskan alasan AS terkait program nuklir Iran.

"Kami tidak bisa membiarkan Iran memiliki senjata nuklir. Ini sangat sederhana," ujarnya.

Pernyataan Trump disampaikan ketika ketegangan antara AS dan Iran terkait Selat Hormuz kembali meningkat. Jalur perairan tersebut menjadi bagian penting dalam konflik kedua negara.

Padahal, pada Juni telah ditandatangani sebuah memorandum yang memuat kerangka kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz sebagai langkah awal menuju kesepakatan perdamaian yang lebih luas. (*)

Sumber: Anadolu

TERKINI
Studi: Perempuan Menanggung Beban Paling Besar dalam Rumah Tangga Skrining Mandiri Tekan Risiko Kematian Kanker Usus Besar 43 Persen Pemanasan Global, Gas Metana Purba Mulai Lepas dari Kutub Utara Kecam Serangan Houthi, Koalisi Yaman Bersiap Balas dan Netralisir Ancaman