Tata Kelola Pelayanan RSD Gunung Jati Cirebon Jadi Sorotan Publik

Kamis, 10/09/2026 12:19 WIB

JAKARTA, Jurnas.com - Tata kelola pengelolaan Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati Cirebon, Jawa Barat menjadi sorotan serius publik karena berbagai persoalan yang dihadapi.

Mulai dari stok obat-obatan yang dikabarkan kosong (tidak tersedia), hingga dugaan potongan gaji melalui daftar kehadiran (absensi) pegawai dan persoalan utang lebih dari Rp100 miliar. 

Akademisi Cirebon Prof. Dr. H. Adang Djumhur Salikin meminta persoalan mis manajemen di RSD Gunungjati Cirebon  perlu dilihat secara komprehensif dan serius untuk segera dicarikan solusinya.

"Ini bukan semata-mata persoalan kekurangan obat atau persoalan keuangan, tetapi sudah menyentuh aspek tata kelola rumah sakit, keberlangsungan pelayanan publik, dan perlindungan hak-hak tenaga kesehatan serta karyawan," ujarnya, Kamis (10/9/2026).

Dalam keterangannya, Prof. Adang Djumhur berharap ada verifikasi dan data yang objektif menganai total utang yang sebenarnya.

Kepada siapa saja, bagaimana struktur utangnya, kondisi arus kas, berapa piutang yang belum tertagih, serta apa penyebab terjadinya kekurangan obat.

“Apabila benar terjadi pemotongan gaji secara sepihak, perlu dijelaskan dasar kebijakan dan mekanismenya,” kata Prof. Adang Djumhur.

Ia menilai jangan sampai persoalan manajemen, justru dibebankan kepada karyawan, tanpa proses yang transparan dan berkeadilan.

"Saya kira sudah waktunya dilakukan evaluasi dan audit tata kelola secara menyeluruh, disertai keterbukaan informasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan,” katanya.

Prinsipnya sederhana, yakni pelayanan pasien harus tetap terjamin, hak karyawan harus dilindungi, dan keuangan rumah sakit harus dikelola secara transparan dan akuntabel.

Menurut dia,jJangan sampai, manajemen berkembang menjadi krisis pelayanan dan akhirnya masyarakat serta karyawan yang menjadi korban. Dirinya berharap, semoga persoalan ini segera mendapat solusi terbaik. 

"Ya, bila perlu segera dibentuk Pansus (di DPRD Kota Cirebon, red), agar bisa dikaji secara lebih komprehensif," tegasnya.

Kasus mis manajemen Tata Kelola RSD Gunungjati Cirebon, Jawa Barat berawal dari informasi seorang pasien.

Salah seorang pasien mengaku mengalami kesulitan mendapatkan obat tertentu saat menjalani pelayanan di RSD Gunung Jati.

Menurutnya, ketersediaan obat menjadi salah satu hal penting yang harus mendapatkan perhatian serius karena berkaitan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat.

“Kalau obat sampai tidak tersedia (kosong), tentu pasien yang paling dirugikan. Kami berharap rumah sakit memastikan obat-obatan yang dibutuhkan pasien tersedia,” ujar salah seorang pasien yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Sementara itu, informasi yang beredar di lingkungan RSD Gunung Jati menyebut, terdapat berbagai persoalan lain yang melatari kertersedian obat.

Yakni dugaan adanya pemotongan gaji pegawai yang dikaitkan dengan daftar kehadiran (absensi) yang tidak jelas dasarnya dengan tidak memberikan print out kehadirannya.

Menurut informasi yang beredar tersebut, mekanisme pemotongan gaji melalui pencatatan kehadiran perlu dibuka secara transparan agar tidak menimbulkan keresahan di kalangan pegawai.

Persoalan tersebut diharapkan dapat diperiksa dan dipastikan apakah telah sesuai dengan aturan serta mekanisme kepegawaian yang berlaku atau hanya sepihak dari manajemen semata.

Selain persoalan kelangkaan obat dan potongan gaji pegawai, informasi yang menjadi sorotan serius juga menyinggung kondisi keuangan RSD Gunung Jati.

Disebutkan, bahwa rumah sakit tersebut, memiliki beban utang yang nilainya lebih dari Rp100 miliar.

“Persoalan ini perlu dilihat secara menyeluruh. Jangan sampai persoalan keuangan kemudian berdampak terhadap kelangkaan obat, alat kesehatan maupun pelayanan kepada pasien,” menurut sumber dilingkungan RSD Gunung Jati.

Karena itu, publik berharap, persoalan tersebut dapat segera diklarifikasi secara terbuka sehingga tidak menimbulkan spekulasi sekaligus memastikan pelayanan kesehatan di RSD Gunung Jati tetap berjalan optimal.

TERKINI
Pemanasan Global, Gas Metana Purba Mulai Lepas dari Kutub Utara Kecam Serangan Houthi, Koalisi Yaman Bersiap Balas dan Netralisir Ancaman Trump Ancam Gempur Situs Gunung Pickaxe di Iran Trump Usul Selat Hormuz Berganti Nama Menjadi Selat Trump