Selasa, 08/09/2026 22:12 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pusat bersama PFI Jakarta dan PFI Tangerang menyatakan siaga penuh menyusul hilang kontaknya lima jurnalis di perairan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda.
PFI mengerahkan kekuatan organisasi dan memperkuat koordinasi terpadu dengan otoritas terkait untuk mempercepat proses pencarian dan evakuasi kelima jurnalis tersebut.
Berdasarkan kronologi resmi Basarnas, rombongan lima jurnalis tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, menggunakan speedboat pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB.
Puan Minta Penanganan Bencana Terintegrasi di Bawah Satu Komando
Ketua DPR: Indonesia Masuk Ring of Fire, Mitigasi Bencana Harus Terpadu
Legislator PKS: Bantuan Jangan Hanya Hadir di Saat Terdampak Bencana
Komunikasi terakhir tercatat pada pukul 14.42 WIB. Saat itu, salah satu jurnalis mengirimkan titik lokasi terakhir atau share location kepada rekannya, Putra M. Akbar, yang berada di Lampung.
Titik lokasi terakhir tersebut berada di antara Carita dan Gunung Anak Krakatau. Setelah itu, rombongan dinyatakan hilang kontak sepenuhnya pada pukul 18.13 WIB.
Kelima jurnalis yang berada di dalam speedboat tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas, pewarta foto Kantor Berita Antara; Ari Basuki, pewarta foto Merdeka.com; Yudistiro Pranoto, pewarta foto iNews.id; Firman Daus, jurnalis Anadolu Agency; serta Donal yang merupakan jurnalis freelance.
Ketua Umum PFI Pusat Dwi Pambudo mengatakan, keselamatan para jurnalis menjadi prioritas utama organisasi dalam situasi tersebut.
“Keselamatan rekan-rekan jurnalis di lapangan adalah prioritas tertinggi yang tidak bisa ditawar. PFI Pusat bersama PFI Jakarta dan PFI Tangerang terus bergerak satu komando dalam memantau operasi penyelamatan ini,” ujar Dwi dalam keterangannya, Selasa (8/9).
Dwi mengapresiasi langkah cepat Basarnas dan jajaran Ditpolairud Polda Banten yang melakukan pencarian di tengah kondisi medan yang sulit.
Menurutnya, proses pencarian menghadapi tantangan akibat paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dan kondisi ombak yang tinggi.
“Kami mengapresiasi gerak cepat Basarnas dan jajaran Ditpolairud Polda Banten yang menembus medan sulit di tengah paparan abu vulkanik serta tingginya ombak,” katanya.
Dwi berharap seluruh jurnalis yang hilang kontak dapat segera ditemukan dalam keadaan sehat dan selamat.
“Kami berharap seluruh jurnalis dapat segera ditemukan dalam kondisi sehat dan selamat tanpa kurang satu apa pun,” ucapnya.
PFI juga mengingatkan seluruh pewarta foto dan kru media yang masih melakukan peliputan di sekitar wilayah terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau untuk mematuhi batas radius aman yang telah direkomendasikan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Selain itu, PFI mengimbau seluruh anggotanya tetap tenang dan menyaring informasi yang beredar untuk menjaga kondisi psikologis keluarga para jurnalis.
PFI meminta seluruh anggota terus berkoordinasi dan mendukung proses pencarian, sembari memanjatkan doa agar kelima jurnalis beserta kru kapal dapat segera ditemukan dan kembali dengan selamat.