Iran Kecam Serangan AS terhadap Tiga Kapal Tanker Minyak

Minggu, 06/09/2026 07:55 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Iran mengecam keras serangan Amerika Serikat terhadap tiga kapal tanker minyak mentah Iran pada Sabtu (5/9). Teheran menyebut serangan tersebut ilegal dan agresif serta menuding Washington menjalankan blokade laut dan perang ekonomi terhadap Iran.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran mengatakan serangan itu merupakan kelanjutan dari agresi militer Amerika Serikat terhadap Iran. Teheran juga menilai tindakan tersebut melanggar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), merupakan kejahatan perang, dan mengancam perdamaian internasional serta keamanan pelayaran komersial.

“Serangan ilegal dan agresif ini ... merupakan pelanggaran jelas terhadap Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB, kejahatan perang, serta ancaman nyata terhadap perdamaian internasional dan keamanan pelayaran komersial,” kata Kemlu Iran dalam pernyataannya.

Iran menegaskan akan mempertahankan kedaulatan dan kepentingan nasionalnya terhadap apa yang disebut Teheran sebagai terorisme negara dan tindakan agresif Amerika Serikat.

Kemlu Iran menyebut tindakan Amerika Serikat mencakup blokade laut dan perang ekonomi yang terus berlangsung, termasuk serangan terhadap kapal komersial.

Teheran juga memperingatkan bahwa Washington bersama pihak yang disebut sebagai “kaki tangan dan mitranya” akan bertanggung jawab atas konsekuensi dari tindakan Amerika Serikat yang dinilai agresif dan intervensionis di kawasan.

Pernyataan tersebut menunjukkan meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, terutama terkait aktivitas militer dan pelayaran komersial di perairan kawasan.

Sebelumnya, Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM menyatakan pasukannya menyerang dan menonaktifkan tiga kapal tanker minyak mentah Iran.

Menurut CENTCOM, tindakan tersebut dilakukan setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC meluncurkan rudal balistik ke arah dua kapal perang Angkatan Laut AS di perairan kawasan.

Klaim dari kedua pihak tersebut menunjukkan adanya perbedaan tajam mengenai latar belakang dan alasan serangan terhadap kapal tanker Iran.

Ketegangan kawasan meningkat sejak serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari. Iran kemudian merespons dengan serangan rudal dan drone yang menyasar Israel serta kepentingan Amerika Serikat di berbagai wilayah kawasan.

Situasi tersebut turut meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan pelayaran komersial, terutama karena Selat Hormuz menjadi salah satu titik penting dalam jalur pelayaran kawasan.

Washington dan Teheran sebelumnya menandatangani memorandum of understanding (MoU) pada Juni mengenai kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz.

Namun, pelaksanaan kesepakatan tersebut hingga kini terhenti di tengah perbedaan pandangan mengenai pengaturan keamanan di selat tersebut.

Perselisihan terbaru mengenai serangan terhadap kapal tanker Iran menambah persoalan di tengah ketegangan militer yang sudah berlangsung antara Washington dan Teheran. (*)

Sumber: Anadolu

TERKINI
Iran Kecam Serangan AS terhadap Tiga Kapal Tanker Minyak Penutupan Bandara Soekarno Hatta Diperpanjang, 22.798 Penumpang Terdampak Diperpanjang, Bandara Soekarno Hatta Tutup Hingga 09.30 WIB Bandara Soekarno Hatta Tutup Sementara, InJourney Airports Jalankan SRA