Batas Ketaatan Kepada Manusia dalam Ajaran Islam

Kamis, 03/09/2026 09:01 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Islam mengajarkan umatnya untuk menghormati dan menaati sesama dalam perkara yang baik.

Namun, ketaatan kepada manusia memiliki batas, terutama ketika perintah tersebut justru mengarah pada perbuatan yang bertentangan dengan ajaran Allah SWT.

Ali bin Abi Thalib berkata:

لَا دِينَ لِمَنْ دَانَ بِطَاعَةِ الْمَخْلُوقِ فِي مَعْصِيَةِ الْخَالِقِ

Artinya:

"Tidak ada agama bagi orang yang tunduk taat kepada makhluk dalam rangka bermaksiat kepada Sang Pencipta." (Bihar al-Anwar, Jilid 70, hlm. 393).

Pesan tersebut menegaskan bahwa seorang Muslim tidak seharusnya mengikuti perintah siapa pun apabila perintah tersebut mengajak kepada kemaksiatan atau melanggar ketentuan Allah SWT.

Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang mungkin menghadapi tekanan dari lingkungan, teman, keluarga, bahkan pihak yang memiliki kedudukan lebih tinggi. Namun, kepatuhan tidak boleh menjadi alasan untuk melakukan sesuatu yang jelas-jelas dilarang agama.

Karena itu, penting untuk menggunakan akal dan mempertimbangkan setiap perintah sebelum mengikutinya. Menghormati orang lain tetap dianjurkan, tetapi ketaatan kepada Allah SWT harus menjadi prioritas utama.

TERKINI
Ciri-Ciri Orang Disebut Pendusta Agama dalam Surah Al-Ma`un Surah Al-Hujurat: Tafsiran dan Makna yang Terkandung di Dalamnya Ini Keutamaan dan Waktu Terbaik Membaca Ratib Al-Haddad Hari Kesehatan Seksual Sedunia Setiap 4 September, Ini Sejarahnya