Trump Klaim AS Serang Target Iran Dekat Selat Hormuz

Rabu, 02/09/2026 01:36 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan militer AS melancarkan serangan besar terhadap target Iran di sekitar Selat Hormuz.

Trump memperingatkan Teheran agar tidak melakukan serangan balasan karena Washington siap meningkatkan eskalasi dengan respons yang jauh lebih keras.

Trump menyampaikan klaim tersebut melalui platform Truth Social pada Selasa. Ia mengatakan pasukan AS sedang menyerang target Iran di dekat jalur pelayaran strategis tersebut.

“Amerika Serikat, saat ini, sedang menyerang target-target Iran di dekat Selat Hormuz,” tulis Trump.

Menurut Trump, serangan itu merupakan respons terhadap upaya Iran menanam ranjau laut di Selat Hormuz. Ia menyebut serangan AS sebagai operasi yang “besar dan kuat”.

Trump juga mengaitkan serangan tersebut dengan serangan rudal Iran terhadap pangkalan militer AS di Yordania.

Trump mengatakan Iran sebelumnya meluncurkan delapan rudal ke pangkalan AS di Yordania. Menurutnya, seluruh rudal tersebut berhasil dicegat.

Ia kemudian memberikan peringatan keras kepada pemerintah Iran agar tidak membalas serangan AS.

Trump mengatakan jika Iran melakukan serangan balasan, Washington akan merespons pada tingkat yang “jauh lebih keras dan lebih tinggi”.

Presiden AS itu bahkan menyebut serangan yang lebih besar telah dipersiapkan dan dapat menyebabkan kerusakan sangat luas di Iran.

Pernyataan tersebut menandai peningkatan ketegangan terbaru antara Washington dan Teheran, khususnya di sekitar Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur energi paling penting di dunia.

Komando Pusat AS atau US Central Command (CENTCOM) sebelumnya mengatakan pasukan Amerika telah mulai menyerang target milik Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) di Iran.

CENTCOM menyebut operasi tersebut dilakukan setelah IRGC berupaya menyerang kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz serta personel militer AS yang ditempatkan di kawasan tersebut.

Keterangan Trump dan CENTCOM menunjukkan bahwa operasi AS tidak hanya berkaitan dengan ancaman terhadap fasilitas militer, tetapi juga dengan keamanan pelayaran internasional di Selat Hormuz.

Selat tersebut menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan menjadi jalur penting bagi pengiriman minyak dan gas dari kawasan Timur Tengah ke pasar global.

Ancaman serangan balasan dari Iran menjadi perhatian utama setelah Washington kembali melakukan operasi militer terhadap target di wilayah Iran.

Sebelumnya, Iran telah beberapa kali memperingatkan bahwa fasilitas maupun wilayah negara-negara regional yang digunakan untuk melancarkan serangan terhadap Iran dapat menjadi sasaran.

Jika ketegangan kembali meningkat, dampaknya berpotensi meluas dari konfrontasi militer AS-Iran ke keamanan pelayaran dan pasokan energi global. (*)

Sumber: Anadolu

TERKINI
Bacaan Sholawat Singkat untuk Memperbanyak Pahala Lima Ayat Al-Qur`an tentang Kemuliaan Nabi Muhammad Lafal Ayat Seribu Dinar Lengkap dengan Artinya Mengenal Sejarah Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia Setiap 2 September