Turki, Pakistan, dan Arab Saudi Perkuat Pakta Pertahanan Makkah

Senin, 31/08/2026 23:59 WIB

Jakarta,, Jurnas.com - Turki, Pakistan, dan Arab Saudi sepakat memperkuat sekaligus melembagakan kerja sama pertahanan di bawah Makkah Agreement for Joint Defense atau Pakta Pertahanan Makkah.

Kesepakatan itu diumumkan setelah pertemuan pertama Strategic Political and Defence Committee di Istanbul, Senin (31/8).

Dalam pernyataan bersama, ketiga negara menegaskan komitmen untuk bekerja sama demi menciptakan perdamaian dan stabilitas berkelanjutan di kawasan.

Ketiganya juga menyatakan akan terus mendukung upaya de-eskalasi dan menahan diri guna mendorong penyelesaian krisis melalui jalur damai.

Langkah penting yang disepakati adalah pembentukan sekretariat permanen di Arab Saudi untuk mendukung pelaksanaan kerja sama berdasarkan Makkah Agreement.

Sekretariat tersebut akan dipimpin seorang sekretaris jenderal. Untuk tahap awal, posisi itu akan diisi oleh pejabat dari Pakistan selama masa jabatan tiga tahun.

Pembentukan sekretariat menjadi bagian dari upaya menjadikan kerja sama tiga negara lebih terstruktur sekaligus memperkuat koordinasi di bidang politik dan pertahanan.

Dalam pernyataan bersama, Turki, Pakistan, dan Arab Saudi mengatakan pelembagaan kerja sama diperlukan untuk memperkuat solidaritas serta meningkatkan kredibilitas dan efektivitas kemampuan pencegahan serta pertahanan bersama.

Selain memperkuat koordinasi militer, ketiga negara sepakat meningkatkan kemampuan pertahanan melalui berbagai kegiatan bersama. Kerja sama akan mencakup industri pertahanan, pengembangan teknologi, hingga produksi bersama.

Ketiganya juga akan menjalankan kegiatan bersama untuk memperkuat kemampuan pertahanan dan meningkatkan kohesi angkatan bersenjata masing-masing negara.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa kerja sama di bawah pakta pertahanan tidak hanya diarahkan pada koordinasi politik dan militer, tetapi juga pengembangan kapasitas pertahanan secara lebih luas.

Turki, Pakistan, dan Arab Saudi menegaskan bahwa pelaksanaan Makkah Agreement secara konsisten diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas kawasan.

Ketiga negara juga menempatkan penyelesaian krisis melalui dialog dan de-eskalasi sebagai bagian dari pendekatan kerja sama mereka.

Pertemuan di Istanbul dihadiri para menteri luar negeri dan pertahanan serta kepala pertahanan atau kepala staf umum dari Turki, Pakistan, dan Arab Saudi.

Pertemuan tersebut menjadi forum pertama Strategic Political and Defense Committee yang dibentuk berdasarkan Makkah Agreement for Joint Defense. (*)

Sumber: Anadolu

TERKINI
Mengapa Hari Menulis Surat Sedunia Diperingati Setiap 1 September? Hari Polwan RI Setiap 1 September, Ini Sejarah dan Tujuannya 1 September 2026, Cek Daftar Peringatan Hari Ini Bradley Barcola Ungkap Alasan Pilih Gabung Liverpool