Skandal Suap, Pemimpin Gereja Unifikasi Korsel Dibui Dua Tahun

Senin, 31/08/2026 15:18 WIB

Seoul, Jurnas.com - Pemimpin Gereja Unifikasi Korea Selatan, Han Hak Ja, dijatuhi hukuman dua tahun penjara oleh Pengadilan Seoul atas kasus penyuapan pada Senin (31/8/2026).

Han, janda dari pendiri gereja Sun Myung Moon, terbukti bersumber memberikan berbagai hadiah mewah kepada mantan Ibu Negara Korea Selatan, Kim Keon Hee, demi mendapatkan keuntungan dan kemudahan politik.

Wanita berusia 83 tahun tersebut membantah menyerahkan barang-barang mewah, termasuk tas desainer terkenal, kepada Kim melalui perantara. Tim kuasa hukum Han menyatakan akan segera mengajukan banding atas putusan tersebut, sebagaimana dikutip dari DW.

Kasus ini menambah daftar panjang skandal politik yang menjerat jajaran mantan petinggi negara. Suami Kim, mantan Presiden Yoon Suk Yeol, saat ini juga mendekam di penjara setelah pemakzulannya pada 2025 pascaupaya gagal mendeklarasikan darurat militer.

Sementara itu, Kim Keon Hee sendiri telah dijatuhi hukuman 20 bulan penjara pada Januari lalu atas penerimaan hadiah dari Gereja Unifikasi. Pengadilan tingkat banding pada April memperberat hukumannya menjadi empat tahun penjara setelah memutus bersalah atas dakwaan tambahan.

Gereja Unifikasi, yang secara resmi bernama Family Federation for World Peace and Unification, didirikan pada dekade 1950-an oleh Sun Myung Moon dan Han Hak Ja. Dalam perjalanannya, pendiri kelompok ini sempat mengklaim diri sebagai kedatangan kedua Yesus Kristus.

Organisasi ini terkenal di dunia internasional lewat tradisi nikah massal, sifatnya yang tertutup, serta tuduhan perilaku ala sekte dan praktik jual-beli pengaruh.

Pengaruh kelompok ini meluas hingga ke luar Korea Selatan, terutama di Jepang. Pada 2022, mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe tewas dibunuh oleh seorang pria yang mengaku bermotif dendam akibat hubungan dekat keluarga Abe dengan organisasi tersebut.

TERKINI
Gabung Crystal Palace, Bek 18 Tahun Chelsea Jalan Tes Medis Feri Karam di Siprus Utara, 8 Orang Tewas Puluhan Hilang Skandal Suap, Pemimpin Gereja Unifikasi Korsel Dibui Dua Tahun Ledia Hanifa Dorong Peta Jalan Pendidikan Dasar Gratis yang Terukur