Sabtu, 21/12/2024 21:05 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro mengatakan bahwa pendidikan memiliki peran fundamental dalam membangun masyarakat yang tangguh, dalam menghadapi ideologi radikalisme dan terorisme.
Hasil ini disampiakn saat menghadiri Peluncuran Buku Seri `Tercerahkan Dalam Kedamaian` yang diselenggarakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), pada Jumat (20/12) kemarin.
"Pendidikan adalah usaha yang paling ampuh untuk menybarkan kesadaran, memperkuat nilai-nilai toleransi, inklusif, serta mengembangkan wawasan kebangsaan dan cinta tanah air," kata Satryo.
Satryo juga menyebut peluncuran Buku Seri `Tercerahkan dalam Kedamaian` sebagai tonggak penting bagi upaya kolektif untuk melawan ideologi radikalisme dan melumpuhkan jaringan terorisme.
Mendiktisaintek Beri Pernyataan Tegas Soal Kasus Pelecehan Seksual di UI
Selat Hormuz Diblokade Lagi, Menteri UEA Desak Iran Buka Akses Tanpa Syarat
PMI Terampil Masih Minim, Kemdiktisaintek Perkuat Ekosistem
Buku yang disusun berdasarkan hasil kajian dan analisis barang bukti tindak pidana terorisme ini sangat layak dijadikan rujukan oleh kalangan akademisi dan masyarakat.
"Saya mengajak seluruh pihak untuk mendukung langkah-langkah strategis dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat serta kebijakan yang berorientasi pada pencegahan radikalisme dan terorisme," dia menambahkan.
Sementara itu, Kepala BNPT Komisaris Jenderal Polisi Eddy Hartono mengatakan peluncuran buku ini merupakan wujud dari tanggung jawab pemerintah dalam mencegah terorisme, sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.
"Pencegahan di dalam undang-undang diatur ada tiga hal, yakni kesiapsiagaan nasional, kontraradikalisasi, dan deradikalisasi. Hari ini, peluncuran buku ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan nasional, yaitu melalui kajian terorisme," kata Eddy.