Minggu, 30/08/2026 02:05 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Universitas Terbuka (UT) menyelenggarakan Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa (LKTIM) pada 19-20 Agustus 2026 lalu. Ajang yang merupakan bagian dari rangkaian Disporseni Nasional UT 2026 ini berlangsung secara daring.
Sebanyak 12 karya tulis ilmiah terbaik melenggang ke tingkat nasional. Para peserta lalu ditantang menyajikan solusi inovatif atas krisis global, sekaligus mempertahankan argumentasi ilmiah di depan dewan juri.
Juri dari Universitas Bhayangkara, Prof. Dr. Istianingsih Sastrodiharjo, mengatakan bahwa karya-karya yang dipresentasikan oleh para finalis tahun ini menunjukkan kepekaan intelektual yang luar biasa.
"Para mahasiswa tidak hanya mampu mengidentifikasi berbagai krisis global secara kritis, tetapi juga menawarkan solusi konkret dengan metodologi penelitian yang tajam dan terstruktur. Pola pikir yang kritis dan teratur seperti inilah yang menjadi fondasi penting bagi mereka dalam menghasilkan kajian yang berdampak luas," kata dia.
700 Atlet Muda Unjuk Gigi di Turnamen Tenis Meja Nasional UT
UT Dorong Peningkatan UMKM Mahasiswa Lewat Inkubator Bisnis
Kukuhkan Enam Guru Besar, UT Bidik World-Class University
Hal senada disampaikan oleh Prof. Dr. Ernik Yuliana, juri asal Universitas Terbuka. Dia mengatakan bahwa antusiasme riset dari para inovator muda terbukti saat berhasil mempertahankan argumen ilmiah dengan tajam dan berbasis data.
"Kami sangat berharap karya-karya hebat ini tidak sekadar berhenti di ajang kompetisi saja, melainkan terus dikembangkan demi memberikan dampak nyata bagi masyarakat," ujar Ernik.
Berikut adalah daftar lengkap pemenang LKTIM Disporseni Nasional Universitas Terbuka 2026:
Juara 1: Nanda Riswana & Dhisyah Tsabitah (UT Bogor)
Juara 2: Ihsan Nurjamil & Teguh Putra Prayoga (UT Bandung)
Juara 3: Sakira Kusuma Ayu Maharani & Kharisma Juwita Putri (UT Malang)
Juara Harapan: Abdul Aziz & Muhammad Mahfuzh Habibi (Universitas Sultan Agung Tirtayasa)
Melalui pelaksanaan kompetisi ilmiah ini, UT terus berkomitmen untuk menyediakan wadah bagi mahasiswa untuk menyalurkan gagasan kritis mereka.
Karya-karya ilmiah yang telah diuji diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen akademis semata, melainkan mampu diimplementasikan sebagai solusi nyata dalam merespons krisis global demi memperkuat ketahanan dan prestasi bangsa.