Hadir di Jakarta, Universitas Ciputra Fokus Lahirkan Enterpreneur Muda

Sabtu, 29/08/2026 14:58 WIB

Jakarta, Jurnas - September 2026 mendatang akan menandai awal beroperasinya Universitas Ciputra Jakarta, setelah lebih dari dua dekade mengembangkan pendidikan berbasis enterpreneurship di Surabaya.

Berada di bawah pimpinan Prof. Christina Eviutami Mediastika sebagai Campus Director dan Winarto Poernomo selaku Vice Campus Director for Operational Affairs, UC Jakarta berkomitmen memperluas dampak pendidikan enterpreneurship ke ekosistem yang lebih luas.

Universitas Ciputra memandang entrepreneurship sebagai salah satu kompetensi yang relevan untuk menghadapi perubahan teknologi dan dunia kerja.

Entrepreneurship tidak hanya dipahami sebagai kemampuan membangun bisnis, tetapi juga sebagai pola pikir untuk melihat peluang, mengambil inisiatif, menciptakan solusi, beradaptasi, dan menghasilkan nilai.

"Kehadiran di Jakarta memberikan kesempatan bagi UC untuk memperluas jejaring, kolaborasi, dan pengalaman belajar mahasiswa melalui kedekatan dengan dunia industri dan profesional," kata Rektor Universitas Ciputra, Prof. Wirawan E.D. Radianto dalam konferensi pers di Jakarta pada Sabtu (29/8).

Menurut Wirawan, perkembangan teknologi juga mendorong perubahan terhadap kompetensi yang dibutuhkan lulusan perguruan tinggi. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi, berpikir kritis, dan menciptakan nilai di tengah perubahan.

Pendekatan tersebut juga tercermin dalam pemanfaatan Generative AI (GenAI) dalam proses pembelajaran di Universitas Ciputra. Teknologi tersebut diarahkan bukan sekadar sebagai alat untuk memperoleh jawaban, tetapi sebagai sarana untuk mengeksplorasi gagasan, mengembangkan alternatif, meningkatkan produktivitas, serta mendukung proses penciptaan solusi secara kritis dan bertanggung jawab.

Pengukuhan Prof. Christina Eviutami Mediastika sebagai Campus Director sekaligus menjadikannya sebagai perempuan pertama yang memimpin UC Jakarta.

Christina merupakan akademisi dan profesor di bidang akustika arsitektur. Pengalaman akademik dan penelitiannya membawanya terlibat dalam berbagai kegiatan internasional, termasuk research fellowship, visiting professor, serta sebagai assessor FIBAA dan ACQUIN.

Dia juga telah melakukan perjalanan akademik dan riset ke 56 negara. Pengalaman tersebut menjadi modal dalam membangun lingkungan akademik yang terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, kolaborasi lintas disiplin, serta kebutuhan masyarakat.

Prof. Evi mengatakan UC Jakarta akan diarahkan menjadi lingkungan pendidikan yang memungkinkan mahasiswa belajar tidak hanya dari ruang kelas, tetapi juga dari persoalan dan peluang yang ada di dunia nyata.

"Entrepreneurship bukan hanya tentang mendirikan bisnis, tetapi tentang cara berpikir untuk melihat peluang, menciptakan solusi, berani mengambil inisiatif, dan memberikan dampak. Di Jakarta, kami ingin mahasiswa memiliki ruang yang lebih luas untuk berinteraksi dengan dunia profesional, mencoba gagasan, berkolaborasi, dan belajar dari berbagai persoalan nyata," ujar Prof. Evi.

UC Jakarta menempati gedung twin tower setinggi 16 lantai dengan kapasitas hingga 10.000 mahasiswa. Kampus tersebut dikembangkan untuk mendukung berbagai aktivitas pembelajaran, kolaborasi, praktik, dan pengembangan proyek mahasiswa.

Sejumlah fasilitas pembelajaran antara lain auditorium, perpustakaan dengan ruang diskusi dan collaborative learning, thematic learning pods, Limbo Photo Studio Lab, serta Integrated Kitchen and Restaurant Lab. Infrastruktur teknologi juga diterapkan untuk mendukung keamanan dan aktivitas kampus, termasuk face recognition gate dan sistem CCTV di berbagai area.

"Yang ingin kami bangun bukan hanya sebuah kampus, tetapi sebuah lingkungan belajar yang membuat mahasiswa memiliki kesempatan untuk bertemu dengan dunia nyata, melihat persoalan, menemukan peluang, dan kemudian mencoba menciptakan solusi. Itulah semangat entrepreneurship yang ingin kami bawa ke Jakarta," tutup Evi.

TERKINI
Hadir di Jakarta, Universitas Ciputra Fokus Lahirkan Enterpreneur Muda 5 Zodiak Ini Punya Naluri Mengayomi Tinggi WNA Berulah di Bali, Mafirion: Jangan Tunggu Viral Baru Ditindak Korban Banjir Bandang Nepal Tembus 623 Orang, Lebih dari 1.100 Masih Hilang