Kamis, 27/08/2026 10:43 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Sebanyak 18.504 personel kepolisian dikerahkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa yang digelar di sejumlah titik di Jakarta Pusat, pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold EP Hutagalung mengatakan pengamanan dilakukan dengan mengutamakan pendekatan humanis dan persuasif.
Dia memastikan masyarakat tetap mendapat ruang untuk menyampaikan aspirasi sesuai aturan yang berlaku.
Ada Demo, Cek Perubahan Rute Transjakarta Hari Ini
Polisi Kerahkan 18.504 Personel Kawal Unjuk Rasa 27 Agustus
Massa Aksi di Bundaran HI Mulai Membubarkan Diri, Janji Gelar Aksi Lanjutan
"Kami hadir untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh masyarakat yang menyampaikan aspirasi. Anggota yang bertugas tidak membawa senjata api maupun senjata tajam. Kami mengedepankan pendekatan humanis, komunikasi, dan persuasif dalam melayani masyarakat," kata Reynold dalam keterangannya.
Dia menjelaskan pengamanan dibagi menjadi enam zona untuk mengantisipasi pergerakan massa sekaligus menjaga situasi tetap aman dan tertib
Zona satu berada di Ring 1 DPR/MPR RI dan mulai diamankan sejak pukul 07.00 WIB. Zona 2 mencakup sejumlah titik di sekitar kompleks DPR/MPR hingga Flyover Semanggi.
Kemudian, Zona 3 meliputi Pintu Escape SPARK, TVRI, TL Hotel Mulia, dan TL Asia Afrika. Zona 4 berada di kawasan Gerbang Pancasila.
Sementara itu, Zona 5 mencakup Pospol Palmerah, Stasiun Palmerah, Masjid DPR, hingga Gedung LHK. Zona 6 meliputi kawasan BPK RI, Lorong Warga, dan Ladokgi Atas.
Selain itu, polisi juga disiagakan di kawasan Bundaran HI dan Dukuh Atas untuk mengantisipasi pergerakan massa serta dampak terhadap arus lalu lintas.
Reynold mengatakan dalam pelaksanaan pengamanan, personel kepolisian yang bertugas tidak membawa senjata api maupun senjata tajam.
Hal tersebut sebagai bentuk komitmen Polri mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif dalam memberikan pelayanan serta pengamanan aksi unjuk rasa.
Selain pengamanan massa, personel lalu lintas disiapkan untuk melakukan pengaturan maupun pengalihan arus lalu lintas secara situasional.
Rekayasa lalu lintas akan diterapkan apabila terjadi peningkatan kepadatan atau massa aksi menutup ruas jalan tertentu.
Reynold turut mengimbau masyarakat yang akan melintas di sekitar lokasi aksi untuk memperhatikan perkembangan situasi di lapangan dan mengikuti arahan petugas.
"Untuk pengguna jalan, kami mengimbau agar menghindari sementara titik-titik yang menjadi lokasi aksi apabila terjadi kepadatan. Ikuti arahan petugas di lapangan dan gunakan jalur alternatif. Rekayasa atau pengalihan arus lalu lintas akan dilakukan secara situasional sesuai perkembangan di lapangan," tutur dia.
Lebih lanjut, Reynold juga mengimbau massa aksi tidak melakukan tindakan anarkis maupun merusak fasilitas umum.
"Kami mengajak seluruh elemen yang terlibat untuk bersama-sama menjaga Jakarta Pusat tetap aman dan kondusif. Mari kita kawal penyampaian aspirasi ini agar berjalan dengan tertib, damai, dan tidak mengganggu keamanan maupun aktivitas masyarakat," ucap dia.
Sementara itu di luar Jakarta, polisi dikerahkan untuk menyekat demi mencegah massa bergabung dengan aksi di depan DPR hari ini.
Polresta Tangerang menerjunkan sekitar 200 personel gabungan untuk melakukan patroli dan penyekatan pergerakan terhadap massa aksi 27 Agustus yang akan menuju Jakarta melalui gerbang tol hingga stasiun kereta untuk menggelar aksi di Gedung DPR RI, hari ini.
Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polresta Tangerang Kompol Raden Mochammad Sofian di Tangerang, Kamis mengatakan langkah preventif itu difokuskan pada titik-titik rawan, mulai dari jalur perbatasan hingga kawasan stasiun kereta api.
"Kami mempersiapkan untuk mengantisipasi adanya masa yang akan ke Jakarta, khusus wilayah Tangerang. Tentunya kita mengantisipasi adanya para pelajar, baik itu anak-anak SMP maupun SMA, yang ikut aksi," katanya.
Ia mengatakan untuk pola penyekatan dan pengamanan terhadap pergerakan massa aksi dipetakan di sejumlah titik krusial yang disinyalir menjadi jalur mobilitas, khususnya para remaja dan pelajar.
Fokus penyekatan dan pemantauan ketat dilakukan di beberapa lokasi strategis seperti di jalur perbatasan Gumarang (antara Tangerang dan Curug), akses Tol Metro, serta pintu Tol Balaraja Barat, Balaraja Timur, Kedaton hingga jalur arteri di Binuang.
Kemudian, pengawasan juga dilakukan di Stasiun Daru, Stasiun Tiga Raksa, dan Stasiun Cikoya. Selanjutnya, penempatan personel gabungan di berbagai objek vital serta kawasan terminal guna mencegah aksi mobilitas massa menuju Jakarta.
"Untuk memaksimalkan pengamanan, Polresta Tangerang tidak bekerja sendiri. Sebanyak 200 personel kepolisian didukung oleh unsur TNI, Dinas Perhubungan (Dishub), dan Satpol PP untuk melaksanakan patroli skala besar," kata Raden.
Meskipun pengamanan diperketat, pihak kepolisian tetap mengedepankan tindakan persuasif melalui imbauan kepada para remaja agar tidak ikut-ikutan berangkat ke Jakarta.
Raden mengharapkan aksi yang berlangsung di Gedung DPR RI dapat berjalan lancar, aman serta menyampaikan aspirasi secara konstruktif dan damai.
Keyword : Unjuk Rasa Demo Jakarta Demo 27 Agustus Demo Gedung DPR