Rabu, 26/08/2026 18:30 WIB
Teheran, Jurnas.com - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan Amerika Serikat tidak akan mampu mencapai tujuannya melalui tekanan ekonomi terhadap Teheran, beberapa hari setelah Washington meluncurkan kampanye sanksi baru terhadap Iran.
Pezeshkian menyampaikan pernyataan tersebut dalam pertemuan selama tiga jam di Bank Sentral Iran, Teheran, bersama Menteri Ekonomi Ali Madanizadeh, Gubernur Bank Sentral Abdolnaser Hemmati, dan sejumlah ekonom, Selasa.
Pertemuan tersebut membahas indikator moneter, nilai tukar, dan keuangan Iran di tengah kondisi yang disebut Pezeshkian sebagai dampak perang, blokade ekonomi, serta tekanan eksternal.
Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas ekonomi dan mengendalikan ekspektasi inflasi.
Iran Tuntut AS Bayar Ganti Rugi atas Dampak Sanksi Ekonomi
Iran-Oman Sepakati Jalur Transit Sementara 7 Mil di Selat Hormuz
Senator AS Tuding Trump Ambil Keuntungan Pribadi dari Perang Lawan Iran
Pezeshkian mengatakan pengelolaan pasar utama, khususnya pasar valuta asing dan moneter, membutuhkan koordinasi erat antara pemerintah, Bank Sentral, serta lembaga ekonomi lainnya.
“Pendekatan kami adalah memahami dan menyelesaikan masalah melalui interaksi dan negosiasi, tetapi pada saat yang sama, kami telah bertahan dan akan terus berdiri teguh menghadapi tekanan ekonomi,” kata Pezeshkian.
Ia mengatakan AS gagal mencapai tujuannya selama perang karena perlawanan angkatan bersenjata Iran dan dukungan masyarakat.
Pezeshkian berpendapat Washington juga akan “tidak mendapatkan apa-apa” dari tekanan ekonomi terhadap Teheran.
Pada Senin, pemerintahan Presiden AS Donald Trump meluncurkan Operation Economic Outcast, kampanye sanksi besar-besaran yang bertujuan semakin mengisolasi Iran dari sistem keuangan global.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan langkah tersebut menyasar sektor-sektor utama ekonomi Iran, termasuk penerbangan, pelayaran, emas, teknologi, dan aset digital.
Lebih dari 60 entitas, individu, dan kapal masuk dalam daftar hitam penerapan sanksi tersebut.
Bessent mengatakan tujuan Washington adalah memutus jalur ekonomi utama Iran dan menyebut kampanye itu sebagai “pencekikan ekonomi” terhadap pemerintah Iran.
Sumber: Anadolu