Netanyahu Peringatkan Hamas Soal Layang-Layang dan Drone

Senin, 24/08/2026 13:30 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Pemerintah Israel melayangkan ancaman bakal mengintensifkan operasi militer di Jalur Gaza pada Minggu (23/8) jika peluncuran layang-layang, drone, dan balon ke wilayahnya terus berlanjut, sementara faksi Hamas secara tegas membantah keterlibatannya.

Peringatan keras tersebut dikeluarkan menyusul peningkatan insiden peluncuran benda-benda terbang dari Gaza yang memicu kembali ketegangan di kawasan perbatasan.

Media Israel melaporkan bahwa empat layang-layang ditemukan di pemukiman dekat perbatasan Gaza pada Sabtu, sementara satu layang-layang dijatuhkan oleh tentara pada Minggu, mendongkrak total temuan dalam beberapa hari terakhir menjadi sekitar 10 unit.

Insiden tersebut membangkitkan kembali ingatan atas gelombang peluncuran layang-layang dan balon pembakar dari Gaza pada tahun-tahun sebelumnya, yang sempat memicu kebakaran di lahan-lahan pertanian wilayah Israel selatan.

Menurut laporan media setempat, militer Israel meyakini Hamas berada di balik peluncuran tersebut—yang meski tidak mengangkut bahan peledak—diduga diluncurkan sebagai bentuk pengujian terhadap pola respons militer Israel.

"Israel memperingatkan Hamas bahwa jika peluncuran ke arah wilayah Israel tidak segera dihentikan, militer (IDF) bakal mengambil tindakan untuk memperketat operasi bertarget terhadap pihak yang bertanggung jawab... serta mengevakuasi penduduk dari area tempat diluncurkannya layang-layang, drone, dan balon," tegas Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz dalam pernyataan bersama.

Keduanya mengonfirmasi telah menggelar evaluasi keamanan bersama para pejabat tinggi militer dan intelijen pada Minggu untuk membahas isu tersebut secara intensif.

Uri Epstein, salah seorang tokoh masyarakat pemukiman perbatasan Gaza, menegaskan kepada Channel 12 bahwa "setelah peristiwa 7 Oktober, kami tidak akan lagi menoleransi frasa `semua akan baik-baik saja`." Menurutnya, indikasi ancaman sudah terlihat jelas dan menjadi tanggung jawab militer untuk bertindak tepat waktu.

Sementara itu, Hamas membantah keras bertanggung jawab atas peluncuran benda-benda tersebut.

Anggota biro politik Hamas, Bassem Naim, dalam sebuah pernyataan menegaskan bahwa layang-layang tersebut "diterbangkan oleh anak-anak Gaza yang sedang mencari masa kecil mereka yang polos di tengah puing-puing bangunan."

Dalam pernyataan terpisah, kelompok perlawanan Palestina tersebut menuduh Israel sengaja memanfaatkan isu layang-layang sebagai "dalih" untuk melancarkan serangan udara di Gaza tengah pada Minggu, yang menewaskan tiga orang menurut data layanan pertahanan sipil Gaza.

Sumber: Arabnews

TERKINI
Pemukim Israel Kepung Rumah Warga Palestina di Nablus Selama 15 Hari Szoboszlai Ungkap Alasan Percaya Diri Eksekusi Penalti di Menit Akhir Iran Sebut Kapal yang Melanggar Aturan Selat Hormuz Dapat Disita Imbang Lawan Newcastle, Iraola Puji Perjuangan Anak Asuhnya