Presiden Iran Anggap MoU dengan AS Jalan Terbaik Akhiri Perang

Minggu, 23/08/2026 20:52 WIB

Teheran, Jurnas.com - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menilai nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang disepakati dengan Amerika Serikat merupakan jalan terbaik bagi negaranya untuk keluar dari situasi tak menentu saat ini.

Dalam pidato yang dikutip media pemerintah IRNA pada Minggu (23/8), Pezeshkian menyampaikan bahwa para anggota Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menilai kesepakatan tersebut sebagai kompromi terbaik berdasarkan martabat, kearifan, dan kepentingan nasional.

"Tidak ada satu pun ketentuan dalam perjanjian ini yang bermakna menyerah. Pemimpin Tertinggi menentukan arah kebijakan, dan kami akan mengikuti jalur tersebut," tegas Pezeshkian.

Nota kesepahaman yang ditandatangani Presiden AS Donald Trump pada Juni lalu menetapkan batas waktu 60 hari untuk mengakhiri perang dengan Iran serta mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya.

Meskipun tenggat waktu tersebut telah berakhir pekan lalu, kedua belah pihak masih menghadapi jalan buntu, terutama menyangkut isu krusial pembukaan kembali Selat Hormuz yang vital bagi jalur pelayaran global.

Pezeshkian juga mengaitkan kesepakatan diplomatik ini dengan prospek ekonomi Iran. Dia menekankan bahwa negaranya tidak akan mampu menarik investasi selama masih berada dalam fase kebuntuan konflik.

"Modal dan uang sangat sensitif terhadap risiko. Kita harus menghilangkan risiko ini dari negara kita," ujar Pezeshkian.

Hampir enam bulan sejak pecahnya konflik bersenjata dengan Amerika Serikat dan Israel, perekonomian Iran kian tertekan akibat sanksi dan blokade laut.

Pezeshkian mengakui bahwa masyarakat Iran menghadapi berbagai kesulitan dan menegaskan bahwa pemerintah berupaya meminimalkan dampak tersebut. Dia menyebut tindakan Trump telah membawa Iran ke dalam perang ekonomi, militer, dan keamanan berskala penuh.

TERKINI
Cara Guru Bicara soal Alam Ternyata Bisa Mengubah Kepedulian Anak Norwegia Alokasikan Bantuan Rp153 Triliun untuk Ukraina Tahun Depan Pelesetkan Lagu Nasional, Pelawak Senior China Diperiksa Menlu Iran: Sanksi Jadi Bukti AS Mulai Frustasi dengan Perang