Minggu, 23/08/2026 12:30 WIB
Damaskus, Jurnas.com - Sebuah bom rakitan menghantam bus yang mengangkut personel pasukan keamanan Suriah di dekat Damaskus pada Sabtu (22/8), memicu ledakan keras yang melukai sejumlah penumpang di dalamnya.
Media pemerintah, kantor berita SANA, melaporkan bahwa insiden teror tersebut terjadi di ruas jalan Maarounah-Al-Tal di wilayah pinggiran kota (countryside) Damaskus.
"Aparat berwenang tengah melakukan penyelidikan mendalam atas serangan tersebut dan bekerja keras mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab," tulis kantor berita SANA.
SANA turut mengunggah foto-foto di lokasi kejadian yang memperlihatkan kondisi bus rusak parah di tepi jalan, dengan kaca-kaca hancur, salah satu pintu jebol, serta serpihan kaca berserakan hingga ke kursi bagian depan.
Terdampak Konflik Regional, Ekonomi Lebanon Diproyeksi Anjlok 6,4 Persen
Trump Tuding Iran Belum Siap Rundingkan Kesepakatan Perdamaian
Penutupan Bab Al-Mandab Ancam Krisis Ekonomi dan Kelumpuhan Migas
Pemerintahan baru Suriah terus menghadapi tantangan keamanan yang signifikan sejak tumbangnya rezim Bashar Assad pada akhir 2024, di mana kawasan Damaskus dan sekitarnya menjadi sasaran serangkaian aksi serangan mematikan.
Awal bulan ini, ledakan bus terpisah melukai 14 orang di Jaramana, sebuah kota di dekat Damaskus yang dihuni oleh komunitas Kristen dan Druze.
Sebelumnya pada Juli lalu, dua ledakan juga sempat mengguncang area di dekat hotel tempat menginap Presiden Prancis Emmanuel Macron saat melakukan kunjungan kerja, meski sang presiden dilaporkan tidak berada di dalam fasilitas tersebut saat insiden terjadi.
Serangan bom pada Juli tersebut menewaskan satu orang dan melukai 36 orang lainnya.
Otoritas setempat mengonfirmasi telah menangkap para pelaku yang bertanggung jawab atas serangan tersebut, dan mengidentifikasi mereka sebagai bagian dari kelompok ekstremis Daesh (ISIS).
Sumber: Arabnews