Minggu, 16/08/2026 16:20 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella meminta Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk sementara waktu menangguhkan penerapan tarif tinggi terhadap produk-produk asal Kolombia.
Langkah tersebut diharapkan dapat menopang para pelaku usaha domestik yang terdampak bencana gempa bumi dahsyat di negara Latin tersebut, kata pemerintah setempat.
"Saya meminta beliau (Trump) mempertimbangkan penangguhan sementara tarif tinggi yang memberatkan produk-produk Kolombia, demi meringankan beban para pebisnis kami yang tengah menghadapi situasi sangat sulit akibat dampak gempa," ujar de la Espriella melalui unggahan di platform X, Sabtu (15/8).
Melansir Antara, Presiden Kolombia tersebut mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan pembicaraan telepon selama sepuluh menit dengan Trump.
Korban Tewas Gempa Kolombia Capai 294 Orang, 320 Masih Hilang
Gempa Kolombia Tewaskan 281 Orang, 379 Masih Hilang
Korban Gempa Kolombia Bertambah Jadi 273, Hampir 41 Ribu Keluarga Terdampak
Dalam perbincangan itu, ia menyampaikan apresiasi atas bantuan ekonomi serta pengiriman tim penyelamat dari AS pascabencana.
Sebaliknya, Trump menyampaikan duka cita atas korban jiwa yang jatuh serta menyatakan solidaritas bagi keluarga korban di Kolombia.
"Saya sampaikan kepada beliau bahwa kita memiliki tantangan besar di depan mata yakni membangun kembali Kolombia di tengah situasi ekonomi yang sangat sulit dan apokaliptik yang saya warisi," kata pemimpin Kolombia tersebut.
De la Espriella menyebut percakapan tersebut berlangsung "sangat hangat dan bersahabat", seraya menyoroti sikap positif Trump terhadap Kolombia dan rakyatnya.
Jumlah korban tewas pasca gempa bermagnitudo 7,4 yang mengguncang Kolombia telah mencapai 294 orang, sementara 3.935 lainnya mengalami luka-luka, menurut Unit Nasional Manajemen Risiko Bencana (UNGRD) Kolombia, Sabtu.
Pusat gempa berada di dekat wilayah San Jose del Palmar di wilayah administratif Choco, dan getarannya terasa di sebagian besar wilayah Kolombia serta negara-negara tetangga.
Berdasarkan data terbaru UNGRD, sebanyak 320 orang dinyatakan hilang, sedangkan 353 orang lainnya berhasil diselamatkan.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA