10 Hal yang Harus Dilakukan Saat Gempa Bumi Terjadi agar Tetap Aman

Minggu, 16/08/2026 10:34 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang dapat terjadi secara tiba-tiba dan sulit diprediksi.

Guncangan yang kuat berpotensi menyebabkan kerusakan bangunan, benda-benda berjatuhan hingga korban luka.

Karena itu, masyarakat penting mengetahui langkah yang tepat ketika gempa bumi terjadi. Kepanikan justru dapat meningkatkan risiko cedera, terutama ketika seseorang terburu-buru keluar dari bangunan saat guncangan masih berlangsung.

Berikut sejumlah hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keselamatan saat gempa bumi terjadi. 1. Tetap Tenang dan Jangan Panik

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah tetap tenang. Kepanikan dapat membuat seseorang mengambil keputusan secara terburu-buru.

Segera cari tempat berlindung yang aman dan hindari berlari menuju pintu atau keluar bangunan ketika guncangan masih berlangsung.

2. Berlindung di Bawah Meja yang Kokoh

Jika berada di dalam ruangan, segera berlindung di bawah meja atau perabot kokoh yang dapat melindungi tubuh dari benda yang jatuh.

Lindungi kepala dan leher menggunakan tangan atau benda yang tersedia.

3. Jauhkan Diri dari Kaca dan Benda yang Mudah Jatuh

Jendela, kaca, lemari, rak dan benda berat lainnya dapat jatuh atau pecah ketika terjadi guncangan.

Karena itu, segera menjauh dari benda-benda tersebut dan pilih area yang relatif aman untuk berlindung.

4. Jangan Menggunakan Lift

Bagi masyarakat yang berada di gedung bertingkat, jangan menggunakan lift ketika gempa berlangsung.

Gangguan listrik atau kerusakan sistem dapat membuat lift berhenti dan menyebabkan seseorang terjebak di dalamnya. Gunakan tangga darurat setelah guncangan berhenti dan apabila kondisi memungkinkan untuk melakukan evakuasi.

5. Jika Berada di Luar Ruangan, Cari Area Terbuka

Jika gempa terjadi ketika sedang berada di luar bangunan, segera menjauh dari gedung, tiang listrik, papan reklame, pohon dan benda lain yang berpotensi roboh.

Cari area terbuka dan tetap berada di sana sampai guncangan berhenti.

6. Jika Sedang Mengemudi, Hentikan Kendaraan

Pengendara yang merasakan gempa sebaiknya mengurangi kecepatan dan menghentikan kendaraan di lokasi yang aman.

Hindari berhenti di bawah jembatan, dekat gedung tinggi, tiang listrik atau lokasi lain yang memiliki risiko tertimpa benda.

7. Jika Berada di Dekat Pantai, Waspadai Potensi Tsunami

Gempa kuat yang terjadi di laut berpotensi memicu tsunami. Jika berada di wilayah pesisir dan merasakan gempa kuat atau berlangsung cukup lama, masyarakat perlu segera menuju tempat yang lebih tinggi sesuai jalur evakuasi yang telah ditentukan.

Jangan menunggu terlalu lama untuk memastikan apakah tsunami benar-benar terjadi.

8. Setelah Guncangan Berhenti, Periksa Kondisi Sekitar

Setelah gempa berhenti, periksa kondisi diri sendiri dan orang-orang di sekitar. Jika terdapat korban yang membutuhkan pertolongan, berikan bantuan sesuai kemampuan.

Waspadai pula kabel listrik yang putus, kebocoran gas, pecahan kaca dan bagian bangunan yang rusak.

9. Bersiap Menghadapi Gempa Susulan

Gempa susulan dapat terjadi setelah gempa utama. Karena itu, masyarakat tetap perlu waspada meskipun guncangan pertama telah berhenti.

Jangan langsung kembali ke bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman oleh pihak berwenang atau petugas terkait.

10. Ikuti Informasi dari Sumber Resmi

Setelah gempa, hindari menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya. Masyarakat sebaiknya memperoleh informasi mengenai gempa, potensi tsunami dan kondisi wilayah dari sumber resmi.

Informasi yang akurat dapat membantu masyarakat menentukan langkah evakuasi dan menghindari kepanikan akibat kabar palsu.

TERKINI
Ini Cara Bergaul agar Dikenang dan Dirindukan dalam Islam Jangan Jadi Orang yang Tak Peduli, Ini Pesan Rasulullah Pernah Anggap Setara Haaland, Eks Newcastle Kini Huni Klub Gurem Gegara Agen Serakah, Kiper Jepang Gagal Dibeli PSG