Badan Geologi Ingatkan Warga Patuhi Jalur Evakuasi Pascagempa M7,7 NTT

Sabtu, 15/08/2026 11:51 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta masyarakat tetap tenang dan waspada setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Timur Laut Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (15/8/2026) dini hari.

Masyarakat diminta mengikuti arahan BPBD setempat, memeriksa kondisi bangunan setelah gempa, serta mematuhi rambu dan jalur evakuasi yang tersedia.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria menjelaskan, lokasi episenter berada di laut. Daerah terdekat memiliki morfologi yang beragam, mulai dari dataran, berombak, bergelombang, perbukitan, hingga pegunungan.

Wilayah tersebut tersusun atas batuan gunung api berumur Tersier serta batuan sedimen berumur Kuarter. Kondisi geologi itu menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam memahami kuatnya guncangan di permukaan.

"Batuan yang telah mengalami pelapukan maupun sedimen permukaan berpotensi memperkuat guncangan gempa bumi," ujar Lana Saria dalam keterangan resmi ESDM.

"Berdasarkan data tapak lokal Vs30, daerah sekitar episenter terklasifikasi dalam Kelas Tanah C (tanah sangat padat/batuan lunak), Kelas Tanah D (tanah sedang), dan Kelas Tanah E (tanah lunak). Keberadaan kelas tanah yang lebih lunak ini berarti potensi guncangan gempa bumi di area tersebut terasa lebih intens," ujar Lana Saria lagi.

Berdasarkan parameter sumber, gempa tersebut memiliki mekanisme sesar naik yang berasosiasi dengan Zona Sesar Naik Busur Belakang Flores atau Flores Back Arc Thrust. Badan Geologi menyatakan daerah tersebut berada dalam Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi Menengah hingga Tinggi.

Berdasarkan informasi BMKG, intensitas guncangan tercatat IV-V MMI di Ruteng, V MMI di Kota Bima dan Kabupaten Dompu, serta IV-V MMI di Ende, Labuan Bajo, Maumere, dan Sumba Timur.

Selain tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, masyarakat diminta menghindari area tebing yang berpotensi mengalami pergerakan tanah, terutama ketika hujan.

Badan Geologi juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi mengenai gempa maupun tsunami yang sumbernya tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Sebagai pembanding, data GeoForschungsZentrum (GFZ) mencatat episentrum pada koordinat 8,375 LS-121,545 BT dengan magnitudo M6,25 dan kedalaman 10 kilometer.

Perbedaan parameter tersebut menunjukkan data gempa masih dapat diperbarui oleh masing-masing lembaga berdasarkan hasil analisis dan pemutakhiran data.

TERKINI
Kepala BNPB dan Menko PMK Bertolak ke NTT Pascagempa M7,7 BMKG Catat 111 Kali Gempa Susulan Pascagempa M7,7 Guncang NTT Iran Balas Trump Soal Selat Hormuz Badan Geologi Ingatkan Warga Patuhi Jalur Evakuasi Pascagempa M7,7 NTT