Jum'at, 14/08/2026 18:11 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Presiden RI Prabowo Subianto memastikan proyek Giant Sea Wall di pantai utara (Pantura) Jawa akan segera dimulai. Proyek tersebut dinilai penting untuk melindungi kawasan pesisir dari ancaman abrasi dan kenaikan permukaan air laut.
Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI dan Penyampaian Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
Saat menjelaskan mengenai Danantara Development Management Fund (DDMF), Prabowo menyebut Giant Sea Wall sebagai salah satu proyek yang akan didorong pemerintah.
"Giant Sea Wall, tanggul-tanggul besar untuk mengamankan pantai utara pulau Jawa. Ini mutlak harus kita lakukan, jangan kita tunggu bencana datang," kata Prabowo.
Prabowo Targetkan Sekolah Negeri Gratis di Indonesia
Puan Sebut Pernyataan Prabowo soal PDIP Jadi Ajakan Bangun Kekompakan
Prabowo Ucapkan Terima Kasih Khusus ke PDIP
Menurut Prabowo, Indonesia perlu belajar dari negara-negara yang telah membangun infrastruktur perlindungan pesisir dalam jangka panjang. Ia mencontohkan Belanda yang memiliki sistem tanggul untuk melindungi wilayahnya dari ancaman air laut.
"Negara Belanda membangun infrastruktur perlindungan jangka panjang tanpa perlu menunggu bencana. Giant Sea Wall di Belanda kini melindungi jutaan penduduk Belanda dan menjadi simbol kemampuan teknologi nasional Belanda," jelasnya.
Prabowo menegaskan pembangunan Giant Sea Wall di Pantura Jawa perlu segera dilakukan. Ia menyebut proyek tersebut juga ditujukan untuk menyelamatkan puluhan ribu hektare lahan yang mulai terdampak akibat kenaikan permukaan laut.
Tak hanya berfungsi sebagai perlindungan pesisir, Prabowo ingin Giant Sea Wall memiliki fungsi yang lebih luas. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat mendukung penyediaan air bersih sekaligus menjadi jalur pertumbuhan ekonomi baru.
"Selain itu, Giant Sea Wall kita di pantai utara Jawa harus menjadi infrastruktur air bersih, harus menjadi jalur pertumbuhan baru, dan proyek rekayasa yang membangun kemampuan anak bangsa," ujar Prabowo.
Ia juga menyatakan bahwa terobosan-terobosan teknologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan digunakan untuk proyek Giant Sea Wall ini.
Giant Sea Wall ini diproyeksikan membutuhkan waktu penyelesaian 15 hingga 20 tahun. Proyek ini juga dikatakan akan dibagi menjadi 15 segmen dari Jawa Barat sampai Jawa Timur.
"Ini waktu yang lama. Saya tidak tahu presiden ke berapa yang akan meresmikan. Tapi, saya bertekad Presiden ke-8 akan mulai proyek ini," sebutnya.