Jum'at, 14/08/2026 17:45 WIB
BANDAR LAMPUNG, Jurnas.com – Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dan Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney akan menggelar Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Desa Bulok, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, pada 16–19 Agustus 2026.
Program ini dilaksanakan di sebelas lokasi di Indonesia untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat dan pembangunan desa berkelanjutan.
Di Lampung Selatan, program dijalankan melalui sinergi PTPN III (Persero), PTPN I (Persero) sebagai subholding PTPN Group, serta PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero/InJourney), PT Angkasa Pura Indonesia, dan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC). Kegiatan ini diarahkan untuk mendukung pengembangan Desa Bulok sebagai desa wisata yang berdaya, lestari, dan berkelanjutan.
“PTPN Group bersama InJourney Group ingin memastikan bahwa kolaborasi ini tidak berhenti pada kegiatan selama beberapa hari, tetapi menjadi awal dari kemitraan yang berkelanjutan bersama masyarakat Desa Bulok agar potensi yang dimiliki dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi maupun sosial,” ujar Direktur Utama PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna melalui keterangannya, Jumat (14/8/2026).
Prabowo Targetkan Sekolah Negeri Gratis di Indonesia
Prabowo Pastikan Giant Sea Wall Pantura Segera Dibangun
Puan Sebut Pernyataan Prabowo soal PDIP Jadi Ajakan Bangun Kekompakan
Pemilihan Desa Bulok didasarkan pada potensi wisata alam yang dimiliki, terutama kawasan Pantai Teluk Nipah, yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat.
Di sisi lain, desa tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain pengelolaan lingkungan, penguatan kapasitas UMKM, peningkatan layanan pariwisata, dan akses terhadap pendidikan.
Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Lampung Selatan akan berlangsung selama empat hari, mulai 16 hingga 19 Agustus 2026, dengan total 12 kegiatan yang terbagi ke dalam tiga klaster utama.
Klaster Kelestarian Lingkungan dan Infrastruktur mencakup pembersihan pantai, pembuatan tempat sampah, perbaikan rumah ibadah, serta penanaman 810 bibit kelapa.
Klaster Pemberdayaan Ekonomi berfokus pada pelatihan digitalisasi UMKM, pengelolaan media sosial, penyusunan keuangan usaha, dan peningkatan standar pelayanan bagi pengelola guest house.
Sementara itu, klaster Sosial, Kesehatan, dan Pendidikan meliputi kegiatan relawan mengajar, layanan Posyandu, pemeriksaan kesehatan, serta rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Pelaksanaan program juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. Sinergi antara pemerintah daerah dan BUMN diharapkan dapat mempercepat pemberdayaan masyarakat sekaligus memperkuat pengembangan Desa Bulok sebagai desa wisata berkelanjutan.
Denaldy menambahkan, momentum HUT ke-81 Republik Indonesia menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan perlu diwujudkan melalui aksi nyata, gotong royong, dan kolaborasi yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kami berharap Relawan Bakti BUMN 2026 dapat menjadi awal dari kemitraan jangka panjang antara BUMN dan masyarakat Desa Bulok. Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari dampak yang terus tumbuh setelah program selesai,” katanya.
Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman, mengatakan bahwa Program Relawan Bakti BUMN menjadi ruang bagi insan BUMN untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat sekaligus membawa semangat kolaborasi dan gotong royong dalam memberikan manfaat yang nyata.
“Bagi InJourney, Relawan Bakti BUMN bukan sekadar kegiatan kerelawanan, tetapi juga menjadi ruang bagi insan BUMN untuk belajar, berbagi, dan tumbuh bersama masyarakat. Kami percaya bahwa pembangunan pariwisata yang berkelanjutan harus menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dari prosesnya. Karena itu, keterlibatan para relawan di Desa Bulok kami harapkan dapat turut memperkuat kapasitas masyarakat sekaligus mengoptimalkan potensi desa secara berkelanjutan,” ujar Herdy.
Rangkaian kegiatan Relawan Bakti BUMN 2026 di Lampung Selatan akan dimulai pada Minggu, 16 Agustus 2026, dan menjadi bagian dari gerakan kolaboratif BUMN untuk memperkuat desa, mendorong pemberdayaan ekonomi, menjaga lingkungan pesisir, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.